-------------------------------------------------

-------------------------------------------------

Peran hormon Auksin, Sitokinin, Giberelin

Fungsi Hormon Auksin, Sitokinin, Giberelin

   Auksin
Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu proses pemanjangan sel. Hormone auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh). Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Akibatnya, tumbuhan akan memmbengkok ke arah cahaya matahri. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan siferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apical (ujung) batang dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral (samping) atau tunas ketiak. Bila tunas apical batang dipotong, tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apical.

Fungsi lain dari auksin adalah merangsang kambium untuk membentuk xylem dan floem, memelihara elastisitas dinding sel, membentuk dinding sel primer (dinding sel yang pertama kali dibentuk pada sel tumbuhan), menghambatnya rontoknya buah dan gugurnya daun, serta mampu membantu proses partenokarpi. Partenokarpi adalah proses pembuahan tanpa penyerbukan.

Pemberian hormon auksin pada tumbuhan akan menyebabkan terjadinya pembentukan buah tanpa biji, akar lateral (samping), dan serabut akar. Pembentukan akar lateral dan serabut akar menyebabkan proses penyerapan air dan mineral dapat berjalan optimum.

   Giberelin
Giberelin merupakan hormone yang berfungsi sinergis (bekerja sama) dengan hormone auksin. Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio. Giberelin akan merangsang pembentukan enzim amylase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energy pertumbuhan. Apabila giberelin diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.

Giberelin juga berfungsi dalam proses pembentukan biji, yaitu merangsang pembentukan serbuk sari (polen), memperbesar ukuran buah, merangsang pembentukan bunga, dan mengakhiri masa dormansi biji. Giberelin dengan konsentrasi rendah tidak merangsang pembentukan akar, tetapi pada konsentrasi tinggi akan merangsang pembentukan akar.

Giberelin pertama kali diisolasi dari jamur Giberrella fujikuroi. Hormone giberelin dapat dibagi menjadi berbagai jenis, yaotu giberelin A, giberelin A2, dan giberelin A3 yang memiliki struktur molekul dan fungsi yang sangat spesifik. Misalnya, hormone giberelin yang satu berpengaruh terhadap pertumbuhan, sedangkan yang alin berpengaruh terhadap pembentukan bunga.

   Sitokinin
Sitokinin adalah hormon yang berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis). Fungsi sitokinin adalah :

Merangsang pembentukan akar dan batang serta pembentukan cabang akar dan batang dengan menghambat dominansi apical
Mengatur pertumbuhan daun dan pucuk
Memperbesar daun muda
Mengatur pembentukan bunga dan buah
Menghambat proses penuaan dengan Beberapa bagian tanaman yang bisa digunakan

Semoga bermanfaat Aamiin.

Nb :
  ARYADIKA
untuk membuat sendiri Homon/ ZPT adalah:
Untuk membuat Hormon/ZPT auksin kita bisa gunakan tauge, bekicot atau keong mas
Untuk membuat Hormon/ ZPT giberelin kita bisa gunakan biji jagung dan rebung.
Untuk membuat Hormon/ ZPT sitokinin kita bisa gunakan air kelapa dan bonggol pisang.

Untuk cara pembuatannya  akan kami tulis lain waktu...InsyaAllah

Hormon zpt untuk tanaman

Berdasarkan jenisnya, ada 6 macam ZPT yang lazim digunakan untuk meningkatkan kuantitas hasil panen. ZPT tersebut adalah auksin, giberelin, sitokinin, asam absisik, etilen dan retardan. Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Namun kami hanya akan mengupas 4 saja sebagaimana janji kami dalam persimpangan
Peran hormon postingan sebelumnya membelanjakan
menjelaskaska secara garis besar, fitohormon dalam ZPT memiliki fungsi untuk merangsang perkecambahan biji, pembungaan, mematahkan dormansi, partenokarpi dan pemanjangan sel ada tumbuhan serta mengurangi gugurnya buah dan bunga.

Nah, khusus untuk cara membuat ZPT organik sangatlah mudah dan tentunya murah. Semua bahan bakunya bisa kita dapatkan di sekitar kita. Namun sebelum membuat ZPT, pastikan dulu jenis ZPT apa yang akan kita buat. Apakah ZPT perangsang bunga, buah, akar dan tunas atau ZPT komplit. Karena cara membuat ZPT tersebut berbeda-beda. Tetapi jangan khawatir, karena semua macam ZPT tersebut akan dibahas secara lengkap, mulai dari cara membuat ZPT sampai pengaplikasiannya, tapi kami hanya akan membahas 4 yang terpenting, maaf ya...

Cara Membuat ZPT Organik Berbagai Macam Jenis

Cara membuat perangsang bunga

1. Cara membuatnya
Bahan-bahan
Rebung bambu 5 kg
Gula pasir 1 kg

Cara Membuat ZPT
Petik rebung bambu saat sebelum terbitnya matahari, supaya zat nutrisi dalam rebung tidak hilang menguap.
Rajang sampai halus kemudian letakkan pada wadah yang cukup.
Taburi bagian atas rajangan rebung tadi dengan gula pasir secara merata.
Tutup bagian atasnya menggunakan papan kayu dengan ditindih dengan pemberat, supaya setelah rebung melunak sekaligus bisa memeras sendiri.
Simpan selama 1 minggu kemudian saring lalu ambil air dan buang ampasnya
Dika ----------Arya


Cara Pengaplikasiannya
Gunakan ZPT tersebut dengan dosis 15-20 sendok makan per 15 liter air pelarut. Semprotkan ZPT pada bagian pucuk daun dan bunga.

2. Cara Membuat ZPT Organik Perangsang Buah 1

  ARYADIKA
Bahan-bahan
EM 4 1 botol
Kuning telur ayam kampung 3 butir

Cara Membuat ZPT
Masukkan semua kuning telur ke dalam botol EM 4, lalu tutup rapat dan kocok-kocok agar tercampur rata.
Simpan ZPT tersebut selama 24 jam sebelum digunakan.

Cara Pengaplikasiannya
Kocok terlebih dulu sebelum dilarutkan. Gunakan ZPT tersebut dengan dosis 1 sendok makan per 5 liter air pelarut. Semprotkan ZPT pada bagian pucuk daun, bunga dan buah.

3. Cara Membuat ZPT Organik Perangsang Buah 2

  ARYADIKA
Bahan-bahan

Susu segar murni sebanyak 1 liter
Kuning telur ayam kampung 3 butir

Cara Membuat ZPT
Masukkan semua kuning telur ke dalam susu segar murni. Aduk sampai rata lalu masukkan ke dalam botol dan tutup rapat
Diamkan selama 24 jam sebelum digunakan pada tanaman.

Cara Pengaplikasiannya
Kocok terlebih dulu sebelum dilarutkan dengan air. Gunakan ZPT tersebut dengan erbandingan 1 sendok makan per 5 liter air pelarut. Semprotkan ZPT pada bagian pucuk daun, bunga dan buah secara merata.

4. Cara Membuat ZPT Organik Perangsang Akar dan Tunas

Bahannya :


Bawang merah 20 siung

  ARYADIKA Cara Pembuatannya:
Blender atau tumbuk bawang merah sampai halus. Selanjutnya peras dan ambil air sari perasan bawang merahnya. Letakkan pada wadah terbuka, supaya mudah dalam mengaplikasikannya.


Cara Pengaplikasiannya

Oles bagian bakal tunas atau bakal akar pada tanaman. Tidak perlu banyak-banyak, satu oles saja sudah cukup.
Semoga bermanfaat...amin

Cara budidaya mangga arum manis lengkap

Budidaya Mangga

Mangga atau pelem (jawa) adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.

KEBUTUHAN PUPUK
Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman muda dan mengganti hara yang terangkut saat panen dan pemulihan pohon tanaman yang sudah berproduksi diperlukan pemupukan. Tanaman mangga muda lebih banyak membutuhkan pupuk yang mengandung unsur P (fosfor) dengan perbandingan pupuk
Urea, SP-36 dan KCI adalah 4:12:3 sedangkan jumlah pupuk untuk tanaman berproduksi berkisar antara 3 - 8 % dari bobot buah yang dihasilkan, diberikan dua kali setahun, masing-masing menjelang musim kemarau dan awal musim hujan (lihat tabel 1). Pupuk organik, berupa pupuk kandang atau kompos dibutuhkan pada saat awal tanam sebanyak 10 kg untuk setiap lubang tanaman.


       PEMBUATAN LUBANG TANAM
• Buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, dengan jarak 10 m x 12 m atau 12 m x 12 m (khusus untuk budidaya massal).
• Pisahkan tanah galian setiap kedalaman 10 cm atau 15 cm.
• Biarkan lubang tanam terbuka selama ± 2 minggu, kemudian masukkan 10 kg pupuk kandang yang telah dicampur dengan tanah lapisan bawah.



PEMILIHAN BIBIT
Pilihlah bibit mangga yang pertumbuhannya baik dan sudah siap tanam, tingginya minimal 75 cm. Verietas unggul yang dapat dipilih adalah Arumanis, Manalagi, Golek, Gadung, Gedong gincu dan Indramayu.

PENANAMAN
• Masukkan ke dalam lubang tanam 10 kg pupuk kandang campur dengan tanah bagian bawah, aduk sampai merata .
• Campur 10 kg pupuk kandang dan 100 gram urea, 300 gram SP36 dan 100 gram KCI dengan tanah bagian atas, aduk dengan merata.
• Timbun tanah bagian bawah dengan tanah bagian atas yang telah dicampur pupuk sampai setengah lubang tanam tertimbun tanah bagian atas dan bawah.
• Sebelum bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam, robek plastik polibag secara hati-hati agar tanah pembungkus akar tidak pecah.
• Masukkan bibit terpilih ke dalam lubang tanam dan timbun dengan sisa tanah bagian atas sampai sebatas pangkal batang/leher akar.


PERAWATAN
• Bibit yang baru tumbuh perlu dipelihara dengan menyiram tanaman sekali dalam dua hari apabila hujan tidak turun.
• Hama yang sering menyerang adalah penggerek batang dan kumbang. Hama ini dapat diatasi dengan menyemprotkan insektisida sistemik atau kontak dengan takaran sesuai anjuran. Salah satu insektisida sistemik adalah Furadan granul yang dapat dibenamkan di daerah perakaran tanaman.
• Penyakit yang biasa adalah blendok, mati pucuk, dan busuk buah. Gunakan fungisida seperti Benlate 0,3% untuk memberantas penyakit ini.

PEMANGKASAN
Agar tanaman dapat berbuah banyak diperlukan pemangkasan cabang. Pemangkasan pohon mangga disarankan mengikuti pola 1-3-9, yaitu 1 batang utama, diikuti 3 batang sekunder, dan 9 batang tertier. Pemangkasan dilakukan setelah bibit mencapai tinggi 1 m dengan memotong batang persis di bawah titik tumbuh. Pelihara 2 - 3 tunas yang tumbuh dari bekas pangkasan dan apabila cabang baru telah terbentuk 1 m dilakukan pemangkasan kembali. Begitu seterusnya sehingga diperoleh susunan 1-3-9 cabang.




Inti dari pemangkasan ini adalah hanya memelihara 3 dahan yang muncul dari setiap ujung dahan. Dengan pemangkasan seperti ini maka tajuk tanaman akan terbentuk dengan baik. Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah pemangkasan dilakukan sedikit di atas 'ruas - ruas' batang.




Pemangkasan I
• Tanaman berumur kurang dari 1 tahun
• Memotong ujung batang sampai ketinggian 70-100 cm dari tanah
• Setelah cabang primer terbentuk, dipilih dua atau tiga cabang primer terbaik dan dibiarkan tumbuh sampai 50 cm.




Pemangkasan II
• Memotong ujung batang cabang primer yang sudah berukuran panjang 50 cm.
• Cabang primer dipotong sampai 30 cm dari pangkalnya. Setelah cabang sekunder terbentuk, dipilih 3 cabang sekunder terbaik.



Pemangkasan III
• Memotong cabang sekunder sampai 30-50 cm dari pangkalnya.
• Setelah cabang tersier terbentuk, pelihara 3 cabang tersier.
• Pemangkasan dihentikan.


PANEN
Setiap pohon mangga dewasa (berumur >10 tahun) dapat menghasilkan buah antara 25 - 50 kg per pohon/tahun. Buah akan matang sekitar 110 – 150 hari setelah bunga mekar. Panen dilakukan pada umur buah 97 hari dihitung setelah bunga mulai mekar, buah berbedak, Pemanenan dilakukan pada pukul 09.00 - 16.00 dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm.

Buah yang mempunyai pangkal buah membengkak dan berwarna kekuningan adalah buah yang sudah tua dan siap dipanen. Dalam memanen harus hati-hati, jangan menjatuhkan buah, getahnya tidak boleh menetesi buah lainnya, dan jangan merusak pohon. Buah yang akan dipasarkan dibersihkan dari jelaga, semut, kutu dan getah yang menempel agar terlihat cantik dan menarik untuk dinikmati.

PENANGGULANGAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA

1. Penggerek Pucuk, Tip Borer (Clumetia transversa)
 Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati.
Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan insektisida sistemik

2. Wereng Mangga ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation (perpanjangan tunas). Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini mengeluarkan cairan manis (embun madu) yang dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold). Disamping itu, embun madu dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian kimiawi dengan penyemprotan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.

3. Ulat Philotroctis sp.
 Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Philoctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian dengan PESTONA.

4. Penggerek Buah, Seed Borer (Noorda albizonalis)
 Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.

5. Bubuk buah mangga
Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.

6. Lalat buah (Bractocera dorsalis)
 Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Gejala: buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak, pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah dengan memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida.

7. Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis)
 Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Pengendalian: dengan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur.

8. Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus)
 Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga. Pengendalian : dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.

9. Thrips (Scirtothrips dorsalis)
 Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.

10. Codot (Cynopterus brachyotis)
Memakan buah mangga di malam hari. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga, memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring.

11. Penggerek cabang/batang (Rhytidodera integra Gressit)
 Hama ini meletakkan telurnya pada ranting dari tanaman inang, selanjutnya telur akan menetas 4-12 hari kemudian, panjangnya sekitar 2 mm, terdiri 3-5 kelompok, larva instar 1- 2 menggerek kulit dan floem, setelah memasuki instar ke 3, larva menggerek kayu ranting kemudian bergerak menuju batang utama, larva berwarna putih kusam panjangnya dapat mencapai 7 cm, larva instar akir berwarna krem pucat sedang pupa berwarna krem mengkilat, kumbang aktif pada malam hari, kumbang mampu hidup 50-100 hari dan menghasilkan telur sekitar 160 butir, masa perkembangannya 7-12 bulan (tergantung varietas mangga). Gejala : pada tanaman yang rusak berat, dapat mengakibatkan ranting mengering dan diikuti dengan cabang patah, pada bekas patahan cabang, terlihat lubang dengan saluran gerekan, dan lubang gerekan tersebut keluar kotoran seperti serbuk gergaji berwarna coklat sampai hitam yang merupakan hasil gerekan larva. Pengendalian : menggunakan insektisida sistemik dengan cara injeksi kedalam pembuluh kayu.

12. Bintil Daun/ Bisul Daun (Procontarinia matteiana)
 Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan. dapat dilakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan tanah di bawah tajuk mangga yang merupakan tempat kepompong lalat Procontarinia matteiana ditemukan. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. Pemberian insektisida sistemik juga dapat dilakukan seperti FURADAN 3G, Curater 3G, dan Temik 10 G, di berikan di sekitar perakaran tanaman.
Baik FURADAN 3G, Curater 3G, maupun Temik 10 G adalah insektisida yang bersifat sistemik, pengendalian lain yang dapat dilakukan adalah dengan membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dari tanah dan untuk memperbaiki aerasi. Berbeda dengan insektisida kontak yang akan membunuh serangga ketika terkena langsung, Insektisida sistemik ini akan bekerja setelah racun insektisida diserap oleh akar dan diedarkan ke seluruh bagian tanaman termasuk kedaun tanaman tempat bermukimnya larva Procontarinia matteiana yang akan mati ketika menghisap cairan tanaman yang telah mengandung insektisida. Melihat cara kerja insektisida sistemik ini, walaupun dosis yang dapat ditemui pada organ tanaman sangatlah kecil, namun sangat dianjurkan untuk tidak mengaplikasikannya pada tanaman mangga yang sedang berbuah. Pemberian insektisida sistemik dapat diberikan setelah tanaman mangga berbuah atau jika pada umumnya tanaman mangga di Indonesia berbuah pada bulan november sampat februari, maka insektisida sistemik dapat diberikan pada bulan Maret sampai bulan Juni saat tanaman memasuki fase pertumbuhan (fase vegetatif).

PENYAKIT

1. Penyakit Gleosporium
Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.

2. Penyakit diplodia
Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. Pengendalian: dengan bubur bordeaux. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum.

3. Cendawan jelaga
Penyebab: jamur Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang.

4. Bercak karat merah
Penyebab: ganggang Cephaleuros sp. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Pengendalian: pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.

5. Kudis buah
Penyebab: Elsinoe mangiferae Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Pengendalian: fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.

6. Penyakit Antraknose
(Colletotrichum sp.) Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

7. Penyakit Blendok
 Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan blendok (getah) yang akan berubah warna menjadi coklat atau hitam. Pengendalian: memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.

Catatan : Agar penyemprotan hama dan penyakit lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup) per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. (TunasDaon)
Terimakasih...

Pestisida dan ragam fungsinya

Gambar ilustrasi maju makmur kopen
Pestisida adalah substansi kimia dan bahan-bahan serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Sedangkan hama itu sendiri pengertiannya juga luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bacteria dan virus, kemudian nematode (bentuknya dengar2 seperti cacing yang amat kecil), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.
 Bagi kehidupan rumah tangga, yang dimaksud hama adalah meliputi semua hewan yang mengganggu kesejahteraan hidupnya, seperti lalat, nyamuk, kecoak, ngengat, kumbang, siput, kutu, tungau, ulat, rayap dan lainnya yang terbukti mengganggu kesejahteraannya. Di dunia pertanian, menurut saya, yang dimaksud dengan hama yaitu semua hewan yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga dapat menurunkan bahkan menggagalkan hasil produksi. Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu, penggunaan pestisida adalah sebagai jalan terakhir.
 Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam, pemerintah telah mengatur (melalui peraturan pemerintah) tentang peredaran , penyimpanan dan penggunaan pestisida. Dalam peratuan tersebut antara lain pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian, hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan, tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan. Selain itu pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia. Hal-hal yang harus tercantum dalam kemasan pestisida antara lain bahan aktif, OPT sasaran, dosis penggunaan dan tindakan keselamatan. Macam dan Contoh Nama Pestisida Berdasarkan fungsi dan asal katanya,

pestisida dapat digolongkan menjadi bermacam-macam, antara lain:

 1. Akarisida, berasal dari kata akari (dari bahasa Yunani) yang berarti tungau atau kutu. Akarisida juga sering disebut dengan mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.
 2.Algisida, berasal dari kata alga yang dalam bahasa Latinnya berarti ganggang laut. Berfungsi untuk melawan algae.
 3.Avisida, berasal dari kata avis yang dalam bahasa Latinnya berarti burung. Berfungsi untuk membunuh atau zat penolak burung serta pengontrol populasi burung.
 4.Bakterisida, berasal dari kata Latin bacterium atau kata Yunani bacron . Berfungsi untuk menolak/ melawan bakteri.
 5.Fungisida, berasal dari bahasa Latin Fungus atau kata Yunani spongos yang berarti jamur. Berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan.
 6.Herbisida, berasal dari bahasa Latin herba yang berarti tanaman setahun. Berfungsi untuk membunuh gulma. (tumbuhan pengganggu).
 7.Insektisida, berasal dari bahasa Latin insectum yang berarti potongan, keratan atau segmen tubuh. Berfungsi untuk membunuh serangga.
 8. Larvisida, berasal dari bahasa Yunani lar . Berfungsi untuk membunuh ulat atau larva.
 9. Molluskisida, berasal dari bahasa Yunani molluscus yang berarti berselubung tipis lembek. Berfungsi untuk membunuh siput.
 10. Mematisida, berasal dari bahasa Latin nematode atau bahasa Yunani nema yang berarti benang. Berfungsi untuk membunuh nematode (semacam cacing yang hidup di akar). Ovisida, berasal dari bahasa Latin ovum yang berarti telur. Berfungsi untuk membunuh telur. Pedukulisida, berasal dari bahasa Latin pedis berarti kutu, tuma. Berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma.
 11.Piscisida, berasal dari bahasa Yunani piscis yang beraarti ikan. Berfungsi untuk membunuh ikan.
 12. Rodentisida, berasal dari bahasa Yunani rodera yang berarti pengerat. Berfungsi untuk membunuh binatang pengerat seperti tikus.
 13. Predisida, berasal dari bahasa Yunani praeda yang berarti pemangsa. Berfungsi untuk membunuh pemangsa (predator).
 14. Silvisida, berasal dari bahasa Latin silva yang berarti hutan. Berfungsi untuk membunuh pohon.
15. Termisida, berasal dari bahasa Yunani termes yang berarti serangga pelubang daun. Berfungsi untuk membunuh rayap.

Baca juga : 
Cara mengetahui bahan aktif pestisida
Pupuk kimia vs pupuk organik
Menghitung kandungan pupuk.

Sebagian besar pestisida memang menggunakan akhiran sida. Namun masih banyak lagi bahan-bahan kimia yang termasuk pestisida tetapi tidak menggunakan akhiran sida seperti disinfektan, surfaktan, atraktan dll.
Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan .......teman-teman petani.

Mata air : agri-tani.blogspot.com

Sifat pupuk dan tingkat keasaman

Dalam dunia pertanian para petani tak bisa luput dari penggunaan pupuk. Baik pupuk organik alami maupun pupuk sintetik atau buatan pabrik.
Bersamaan dengan penggunaan pupuk yang kita pakai efeknya juga akan ada mempengaruhi tingkat keasaman dan ke-basa-an tanah, atau pH tanah.
Untuk mengetahui pH pupuk TSP, Urea dan ZA
Dasar Prinsip                     :
Konsentrasi ion (H+) dalam suatu larutan encer umumnya sangat rendah tetapi sangat menentukan sifat-sifat dari larutan,terutama larutan dalam air

Landasan Teori            :
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannyadeposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.
Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman.

  --) Penggolongan Pupuk
Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi.
Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen.
Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara.Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.
Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.
Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea, ZA dan KCL.
Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis.
Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Contohnya, polimer coated urea dan sulfur coated urea. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia, sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. Contohnya Methylin urea, Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.
Alat & Bahan                      :
       
   --)  Alat  :

·        Tabung Reaksi
·        Pengaduk
·        Kertas Universal
 
   --) Bahan  :
1  Pupuk Urea
2  Pupuk ZA
3  Pupuk TSP
4  Air
                     
Dari hasil pengamatan dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa :

No Jenis pH Cak_kis
1 Urea 8 Maju
2 ZA 7 Makmur
3 TSP 5 Kopen






Kesimpulan                          :                              
Dari hasil pengamatan dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa pH pada pupuk urea =  8, pH pada pupuk ZA =  7, pH pada pupuk TSP =  5
Terima kasih

Arti kode dan angka pada label pestisida



Petani pemula kaya aku, biasa membeli pestisida hanya ikut ikutan,biasalah kan belum pengalaman mengenai pestisida. Kalau tidak begitu pasti kalau beli ubat (istilah tempatku) tanya kepada penjualnya, kita kasih tau gejala tanaman trus di kasih ubatnya. Sampai tujuan baru kita baca nama merk dan bahan aktif, tapi kadang kami bertanya dalam hati setelah membaca kode angka dan  huruf setelahnya contoh indianapolis 5 wp , valentine 18 sc ,
 Kalau kita perhatikan, insektisida-insektisida terdiri dari berbagai merk dagang. Tetapi yang akan saya fokuskan adalah ANGKA dan KODE yang ada di label insektisida tersebut. Angka ini biasanya dalam bentuk % atau gram dalam liter. Saya ambil contoh, Furadan 3G, Spontan 400 SL,APPLAUD 10 WP, AVIDOR 25WP, DAGGER 200 SL, Manuver 400 WSC / MANUVER 400 SL, Decis 2,5 EC dll. Mari kita bahas lebih lanjut, Furadan 3G. Arti angka 3 tsb adalah banyaknya kandungan bahan aktif carbofuran sebesar 3 %. Dan arti G adalah Granula / butiran, biasanya berwarna ungu. APPLAUD 10 WP, AVIDOR 25 WP, artinya 10 atau 25 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif. Untuk Applaud10 artinya kandungan bahan aktif Buprofezin 10%. Untuk Avidor 25, kandungan bahan aktif imdakloprid ada 25%. Sedangkan arti WP = Wettable Powder ( Tepung yang dapat disuspensikan atau dipastakan dalam air). Contoh lain :
Fungsida Antrocol 70 WP, Confidor 5 WP Manuver 400 WSC . Angka 400 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif dimehipo sebesar 400 g/l. Sedangkan arti WSC (Water Soluble Concentrate ) adalah Pekatan yang dapat larut dalam air Spontan 400 SL, DAGGER 200 SL artinya 400 atau 200 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif. Untuk spontan bahan aktif dimehipo terdapat 400 g/l. Dan arti SL (Soluble) adalah berbentuk larutan yang larut dalam air. Decis 2,5 EC, artinya 2,5 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif Deltamethrin 25 g/l dan arti EC (Emulsifiable Concentrate) atau Berbentuk cairan pekat Memang kita harus lebih giat memahami dan belajar obat utuk hama dan penyakit ini.....kopenkudamai

Terima kasih...

Cara agar mangga buah lebat dan manis

Telah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki ratusan jenis varietas mangga dengan volume panen Indonesi pada tahun 2011 mencapai 2.129.608 ton. Namun yang berhasil diekspor hanya 1.485 ton atau hanya 0.07%. Untuk menjadikan mangga sebagai slaah satu buah tropis kebanggaan Indonesia, membutuhkan usaha terpadu guna memperbaiki mutu mulai dari kebun hingga pascapanen, usaha distribusi yang efisien dan fektif, serta pemasaran yang terpadu.

Cara agar mangga buah lebat dan manis


Mengupayakan peningkatan kualitas mangga dikebun bisa dilakukan sejak mangga akan berbunga. Sebelumnya, perlu diketahui dulu hal yang bisa menurunkan produksi mangga akibat kerusakan proses pembungaan.Penyebabnya antara lain sebagai berikut:
  • Jumlah serangga yang membantu penyerbukan sedikit hingga bisa mengakibatkan gagalnya penyerbukan.
  • Antara kelamin jantan dan betina pada bunga sempurna tidak cocok.
  • Kekeringan atau kerusakan akar juga bisa mengganggu pertumbuhan bunga.
  • Proses pembungaan juga bisa gagal menjadi buah akibat jumlah bunga jantan terlalu tinggi, sampai 90%, dan persentase sel telur yang subur rendah, yaitu sekitar 5-10%.
  • Kemampuan tumbuh tepung sari sangat rendah, yaitu hanya 1-12%.
  • Banyak tepung sari yang cacat, sehingga tidak dapat membuahi sel telur (putik).
  • Curah hujan yang tinggi, angin kencang, atau tanaman kekurangan unsur hara.
Untuk memperbanyak pembuangaan dan mengurangi tingkat kerusakan selam proses pembungaan tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh penanaman mangga, antara lain dengan pengaturan suhu udara dan tanah, stres air, pemangkasan akar, pencekikan batang, dan pemakaian zat pengatur tumbuh.
Manipulasi suhu untuk mengatur pembungaan memerlukan biaya yang mahal dan sulit diterapkan didaerah tropis. Perlakuan fisik seperti stres air, pemangkasan akar, dan pencekikan batang mungkin dapat diterapkan.
Tetapi, harus dilakukan degan sangat hari-hari karena dapat menyebabkan kerusakan atau kematian pohon. Pemakaian zat pengatur tumbuh adalah salah satu cara yang paling memungkinkan dalam pengaturan pembungaan.
Komposisi sitokinin, giberelin, dan auksin akan merangsang pembungaan. Giberelin merupakan zat perangsang tumbuh yang harus dikurangi untuk meningkatkan munculnya bunga. Retardan dengan bahan aktif paklobutrazol bisa menurunkan kadargiberelin dalam tubuh tanaman.
Sehingga dianggap efektif untuk merangsang pembungaan. Apalagi, mangga termasuk tanaman terminal, yaitu tanaman dengan bunga dibagian ujung. Sehingga, pemberian paklobutrazol akan menghambat pertumbuhan daun dan melumpuhkan titik tumbuh.
Fotosintesis akan tetap berlangsung, tetapi dengan rasio C/N yang lebih tinggi di bagian tajuk. Kondisi tersebut akan mengakibatkan pada saat titik tumbuh sudah pulih, bukan daun baru yang keluar, melainkan bunga.

Cara kerja paklobutrazol  ini adalah sebagai berikut:

  • Mengubah keseimbangan hormon yang menginduksi etilen untuk merangsang pembungaan.
  • Menekan laju pertumbuhan, sehingga mengurangi akumulasi nitrogen.
Paklobutrazol diberikan dengan cara menyiramkannya di sekitar pangkal batang atau dengan menyemprotkan pada daun. Namun, pemberian dosis 5 ml-10 ml yang dilarutkan dalam 10 liter air dan disiramkan pada pangkal batang adalah cara yang paling efektif dan tahan lama, di bandingkan dengan yang diberikan pada daun.
Aplikasi lewat daun akan efektif jika penyemprotan  dilakukan beberapa beberapa kali dengan dosis yang rendah. Pemberian paklobutrazol dengan cara disiramkan disekitar pangkal pohon mangga dilakukan pada tanaman yang sehat dan pucuknya tidak sedang menumbuhkan pucuk atau daun muda.
Paklobutrazol yang disiramkan disekitar pangkal batang akan diserap oleh bulu-bulu akar, akar besar dan batang. Sementara itu, bila disemprotkan dipucuk, mata tunas, atau keseluruh tajuk. Selain itu, bila disemprotkan didaun, bunga akan muncul lebih lama dan jumlahnya sedikit dibandingkan yang disiram di batang.
Pemberian paklobutrazol juga akan efektif bila diberikan setahun sekali pada tanaman mangga yang sudah memasuki masa produktif, kira-kira 3-4 bulan sebelum memasuki musim berbunga. Tapi perlu diingat, agar selalu hati-hati dalam menggunakan paklobutrazol.
Pemberian yang berlebihan akan menyebabkan tanaman kerdil dan merana. Contohnya pada tanaman mangga yang menggunakan zat perangsang berbahan aktif paklobutrazol setiap minggu selama 2 bulan, dengan dosis 6-10 cc/l.
baca juga artikel :
Cara budidaya mangga lengkap
menggunakan pestisida selektif tanaman.


paklobutrazol disemprotkan keseluruh tajuk tanaman dan disiram di sekitar batang. Akibatnya, bunga tumbuh menggerombol dan buah rontok ketika masih pentil. Malai bunga yang memendek dan kuntum bunga yang tumbuh bergerombol menandakan perkembangan bunga tertekan.
Pemberian ZPT ini menyebabkan tunas bunga menjadi lebih pendek dan lebar, serta jumlah bunga menjadi lebih banyak. Tunas bunga yang pendek dan lebar akan membuat tunas tersebut menyangga bunga sempurna dalam jumlah yang lebih banyak.
Pemberian ZPT paklobutrazol juga berdampak pada bentuk tunas bunga yang kerucut, pendek, dan tumpul.Kondisi tersebut juga akan mendukung meningkatnya jumlah calon buah yang biasanya dibagian tengah menjadi di bagian pangkal tunas bunga. Posisi calon buah yang demikian meningkatkan peluang calon buah tersebut menjadi buah dan bertahan sampai buah biasa dipanen.

Memberikan hormon zat perangsang buah

Pemberian zat pemecah dormansi pada mata tunas satu bulan setelah pemberian paklobutrazolmenghasilkan bunga terbanyak. Selain itu, penggunaan ethephon sebagai zat pemecahdormansi lebih dianjurkan karena harganya murah dibandingkan benzil adenin dan lebih mudah larut dalam air.
Ethephon termasuk zat pemecah dormansi yang dapat mempercepat pembungaan pada mangga. Pemberian ethephon dengan konsentrasi 400 ppm akan menghasilkan jumlah tunas bunga yang banyak dan waktu berbunga relatif cepat. Ethephonadalah salah satu zat pengatur tumbuh sintetik yang dipasaran dikenal dengan nama dagangethrel.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan ZPT pada tanaman mangga, yaitu sebagai berikut:
  • Tanaman harus sehat dan subur. Sebab, pemberian paklobutrazol pada tanaman yang tidak sehat akan menyebabkan terhambatnya pembentukan tunas dan pucuk selama 1-2 tahun.
  • Tanaman sudah pernah berbunga, sebagai penanda bahwa tanaman tersebut sudah dewasa dan pertumbuhannya bagus.
  • Lakukan pemangkasan dan pemupukan untuk menghindari tanaman meranggas dan merana karena kekurangan nutrisi.
Upaya lainnya adalah menyemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin. Dari keseluruhan bunga mangga yang muncul hanya 0,3% yang bisa menjadi buah yang dapat dipetik. Dengan cara ini, persentase pembentukan buah yang dapat dipanen akan meningkat menjadi 1,3%.
Zat pengatur tumbuh lainnya adalah cultar, yaitu zat yang mampu meningkatkan jumlah ranting produktif dan mempercepat proses pemembungaan. Selain itu, ada juga dekamon yang bisa merangsang tumbuhnya tunas baru, mencegah kerontokan bunga dan buah, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas buah mangga.
Meskipun demikian, pemberian ZPT pada tanaman mangga harus diikuti pemupukan dan penyiraman yang teratur dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman rutin yang dilakukan 3-5 liter perhari perlu ditambah menjadi 10-15 liter perhari apabila bunga mulai muncul. Dosis pemberian ZPT juga tidak bisa berlebihan karena bisa menghambat fungsi hormon itu sendiri.
Sumber :

Jenis mangga unggulan

Pada zaman sekarang, telah dikembangkan berbagai macam mangga berkualitas untuk dibudidayakan. Mangga tersebut mampu menghadapi persaingan pasar tradisional. Varietas mangga biasanya terdapat dari luar negeri, maupun di dalam negeri. Sampai saat ini ada beberapa jenis mangga yang berkualitas yaitu sebagai berikut:
1`. Arum manis Mangga gadung

Mangga tersebut adalah mangga yang paling terpopuler di Indonesia. Permintaan konsumen selalu meningkat setiap harinya. Saat sudah musim mangga tiba, harga mangga pun turun drastis, berbeda jika kalau sedang musim tiba, harga nya pun melonjak tinggi. Mangga tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Baca Juga:

  • Biasanya kulitnya selalu berwarna hijau,
  • Terdapat lapisan lilin yang membuat warna hijau muda menjadi tersamarkan.
  • Dipermukaan kulit biasanya ada bintik-bintik hijau keputihan.
  • Memiliki daging yang tebal dan rasanya sangat manis.
2. Golek

Mangga golek adalah mangga yang paling lezat diantara mangga-mangga yang lain, karena mangga tersebut renyah. Siapa saja yang menikmati pasti akan ketagihan. Mangga tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Mangga tersebut memiliki bentuk bulat yang memanjang.
  • Saat mangga masak warnanya berubah menjadi kuning kehijauan.
  • Mempunyai biji yang tipis.
  • Memiliki aroma yang khas.
  • Daging buah tebal dan tidak berserat.
3. Manalagi

Artikel terkait
  • Fungsi kalium untuk tanaman
  • Mangga yang mempunyai beberapa macam jenis. Seperti Manalagi Probolinggo dan manalagi situbondo. Biasanya orang probolinggo mengenal manalagi probolinggo dengan sebutan manalagi madu. ciri-cirinya sebagai berikut:
  • Buahnya seperti anggur.
  • Jika mangga tersebut masak buahnya berbintik cokelat seperti madu.
  • Jika mangga belum masak rasanya pun sedikit agak masam.
  • Kulit mangga tersebut berwarna hijau dengan kombinasi bintik putih.
  • Kandungan serat yang terdapat di mangga sangat tinggi.
Ciri-ciri Manalagi Situbondo yaitu:
  • Berat manalagi situbondo biasanya mencapai 1500 gram per buahnya.
  • Rasa buah tidak diragukan lagi, rasanya manis seperti gula.
  • Bila matang warnanya berubah menjadi hijau kekuningan.
  • Rasanya yang nikmat membuat orang yang menikmati akan ketagihan.
4. Nam Dok Mai

Mangga jenis ini berasal dari negara Thailand. Mangga tersebut termasuk mangga yang sangat mudah dibudidayakan. Bentuknya yang unik memanjang agak bulat dan ujung mangga yang membengkok runcing. Ciri-ciri nam dokmai adalah seperti berikut:
  • Daunnya bergelombang berwarna hijau
  • Buahnya berwarna kuning, dan kulit buahnya sangat tipis,
  • Jenis mangga ini memiliki berat mencapai 340-400 gram dan panjangnya 16,4 cm
  • Rasanya yang manis hingga 19%
Bagi para pembaca diharap dapat mengerti dengan penjelasan macam-macam mangga unggulan, semoga bermanfaat.

Seleksi Bunga dan Buah Mangga Unggul

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas mangga, perlu dilakukan juga seleksi bunga dan buah mangga. Seperti yang sudah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, faktor kegagalan buah mangga lebih banyak ditentukan saat pembungaan.

Dengan demikian, menjaga kualitas bunga mangga akan menjadi sangat penting agar bisa menghasilkan kualitas dan kuantitas biah sesuai dengan yang diharapkan.
Pada mingggu keempat, biasanya buah akan berdiameter sekitar 0,5 cm. Diusia ini, banyak terjadi kerontokan buah karena kandungan ZPT tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, kerontokan bunga atau buah juga disebabkan hama penyakit, seperti jenis homoptera (idiocerus niveoparsus).
Baca Juga : jadilah-petani-cerdas
Hama ini merusak tangkai bunga mangga, daun-daun muda, dan buah muda. Antraknose juga salah satu penyakit yang biasanya menyerang di masa pembungaan dan pembuahan, terutama apabila kondisi lingkungan tempat mangga tersebut tumbuh kelembapannya tinggi.
Gangguan lainnya adalah hama cabuk putih yang menyerang saat bunga mekar sampai 35 hari setelah penyerbukan berlangsung. Kondisi lingkungan dengan kelembapan yang sangat rendah dan suhu tinggi ketika masa pembungaan berlangsung juga bisa membuat kerontokan bunga dan buah mangga.
Selain itu, unsur hara yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman mangga juga akan berdampak sama. Kondisi lingkungan yang dibutuhkan tanaman mangga umumnya adalah saat menjelang musim kemarau. Sebab, pada saat itu terjadi cekaman kekeringan dan peningkatan suhu pada kanopi. Dalam keadaan lingkungan yang demikian, stimulasi bunga akan terjadi sebagai akibat terbentuknya dan terakumulasinya hormon yang merangsang pembungaan mangga (florigen).
Artikel terkait : Membuat herbisida

Seleksi Bunga dan Buah Mangga Unggul

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas bunga mangga, apabila lahan yang tersedia memungkinkan, bisa dilakukan pemeliharaan lebah di sekitar pohon mangga. Keberadaan lebah-lebah ini dapat membantu proses penyerbukan bunga mangga. Selain itu, lebah juga akan mendapatkan manfaat dengan memperoleh nektar dari bunga mangga.
Kondisi tanaman mangga yang berbunga lebat juga perlu diwaspadai agar tetap menghasilkan buah yang berkualitas karena setiap pohon mempunyai kemampuan berproduksi optimal pada kondisi tertentu. Sehingga apabila berproduksi optimal pada kondisi tertentu. Sehingga apabila buah dibiarkan melimpah, bisa berakibat turunnya jumlah produksi di musim buah selanjutnya.
Untuk itu, perlu dilakukan penjarangan buah untuk mengurangi jumlah buah dalam setiap tangkai dengan membuang buah yang dianggap tidak baik. Buah mangga hanya dipelihara 2-3 buah per tangkai, sehingga sesuai dengan daya dukung tanaman untuk menghasilkan buah dengan mutu dan jumlah yang optimal.
Penjarangan buah dilakukan saat buah masih kecil, kira-kira sebesar bola pimpong. Buah mangga yang tidak baik pertumbuhannya (tidak normal, tampak tidak sehat) dipetik, hingga tersisa 2-5 buah saja dalam setiap tandannya.
Buah yang dipertahankan adalah buah yang sehat, bebas hama dan penyakit, serta berwarna menarik. Pemangkasan buah ini bisa dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas untuk menghindari kerusakan bagian tanam lainnya. Dengan berkurangnya jumlah buah dalam setiap tandannya, maka kompetisi penyerapan nutrisi tanaman akan berkurang. Sehingga, perkembangan buah mangga yang dibiarkan di tandan akan lebih baik.