-------------------------------------------------

-------------------------------------------------

Cara agar mangga buah lebat dan manis

Telah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki ratusan jenis varietas mangga dengan volume panen Indonesi pada tahun 2011 mencapai 2.129.608 ton. Namun yang berhasil diekspor hanya 1.485 ton atau hanya 0.07%. Untuk menjadikan mangga sebagai slaah satu buah tropis kebanggaan Indonesia, membutuhkan usaha terpadu guna memperbaiki mutu mulai dari kebun hingga pascapanen, usaha distribusi yang efisien dan fektif, serta pemasaran yang terpadu.

Cara agar mangga buah lebat dan manis


Mengupayakan peningkatan kualitas mangga dikebun bisa dilakukan sejak mangga akan berbunga. Sebelumnya, perlu diketahui dulu hal yang bisa menurunkan produksi mangga akibat kerusakan proses pembungaan.Penyebabnya antara lain sebagai berikut:
  • Jumlah serangga yang membantu penyerbukan sedikit hingga bisa mengakibatkan gagalnya penyerbukan.
  • Antara kelamin jantan dan betina pada bunga sempurna tidak cocok.
  • Kekeringan atau kerusakan akar juga bisa mengganggu pertumbuhan bunga.
  • Proses pembungaan juga bisa gagal menjadi buah akibat jumlah bunga jantan terlalu tinggi, sampai 90%, dan persentase sel telur yang subur rendah, yaitu sekitar 5-10%.
  • Kemampuan tumbuh tepung sari sangat rendah, yaitu hanya 1-12%.
  • Banyak tepung sari yang cacat, sehingga tidak dapat membuahi sel telur (putik).
  • Curah hujan yang tinggi, angin kencang, atau tanaman kekurangan unsur hara.
Untuk memperbanyak pembuangaan dan mengurangi tingkat kerusakan selam proses pembungaan tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh penanaman mangga, antara lain dengan pengaturan suhu udara dan tanah, stres air, pemangkasan akar, pencekikan batang, dan pemakaian zat pengatur tumbuh.
Manipulasi suhu untuk mengatur pembungaan memerlukan biaya yang mahal dan sulit diterapkan didaerah tropis. Perlakuan fisik seperti stres air, pemangkasan akar, dan pencekikan batang mungkin dapat diterapkan.
Tetapi, harus dilakukan degan sangat hari-hari karena dapat menyebabkan kerusakan atau kematian pohon. Pemakaian zat pengatur tumbuh adalah salah satu cara yang paling memungkinkan dalam pengaturan pembungaan.
Komposisi sitokinin, giberelin, dan auksin akan merangsang pembungaan. Giberelin merupakan zat perangsang tumbuh yang harus dikurangi untuk meningkatkan munculnya bunga. Retardan dengan bahan aktif paklobutrazol bisa menurunkan kadargiberelin dalam tubuh tanaman.
Sehingga dianggap efektif untuk merangsang pembungaan. Apalagi, mangga termasuk tanaman terminal, yaitu tanaman dengan bunga dibagian ujung. Sehingga, pemberian paklobutrazol akan menghambat pertumbuhan daun dan melumpuhkan titik tumbuh.
Fotosintesis akan tetap berlangsung, tetapi dengan rasio C/N yang lebih tinggi di bagian tajuk. Kondisi tersebut akan mengakibatkan pada saat titik tumbuh sudah pulih, bukan daun baru yang keluar, melainkan bunga.

Cara kerja paklobutrazol  ini adalah sebagai berikut:

  • Mengubah keseimbangan hormon yang menginduksi etilen untuk merangsang pembungaan.
  • Menekan laju pertumbuhan, sehingga mengurangi akumulasi nitrogen.
Paklobutrazol diberikan dengan cara menyiramkannya di sekitar pangkal batang atau dengan menyemprotkan pada daun. Namun, pemberian dosis 5 ml-10 ml yang dilarutkan dalam 10 liter air dan disiramkan pada pangkal batang adalah cara yang paling efektif dan tahan lama, di bandingkan dengan yang diberikan pada daun.
Aplikasi lewat daun akan efektif jika penyemprotan  dilakukan beberapa beberapa kali dengan dosis yang rendah. Pemberian paklobutrazol dengan cara disiramkan disekitar pangkal pohon mangga dilakukan pada tanaman yang sehat dan pucuknya tidak sedang menumbuhkan pucuk atau daun muda.
Paklobutrazol yang disiramkan disekitar pangkal batang akan diserap oleh bulu-bulu akar, akar besar dan batang. Sementara itu, bila disemprotkan dipucuk, mata tunas, atau keseluruh tajuk. Selain itu, bila disemprotkan didaun, bunga akan muncul lebih lama dan jumlahnya sedikit dibandingkan yang disiram di batang.
Pemberian paklobutrazol juga akan efektif bila diberikan setahun sekali pada tanaman mangga yang sudah memasuki masa produktif, kira-kira 3-4 bulan sebelum memasuki musim berbunga. Tapi perlu diingat, agar selalu hati-hati dalam menggunakan paklobutrazol.
Pemberian yang berlebihan akan menyebabkan tanaman kerdil dan merana. Contohnya pada tanaman mangga yang menggunakan zat perangsang berbahan aktif paklobutrazol setiap minggu selama 2 bulan, dengan dosis 6-10 cc/l.
baca juga artikel :
Cara budidaya mangga lengkap
menggunakan pestisida selektif tanaman.


paklobutrazol disemprotkan keseluruh tajuk tanaman dan disiram di sekitar batang. Akibatnya, bunga tumbuh menggerombol dan buah rontok ketika masih pentil. Malai bunga yang memendek dan kuntum bunga yang tumbuh bergerombol menandakan perkembangan bunga tertekan.
Pemberian ZPT ini menyebabkan tunas bunga menjadi lebih pendek dan lebar, serta jumlah bunga menjadi lebih banyak. Tunas bunga yang pendek dan lebar akan membuat tunas tersebut menyangga bunga sempurna dalam jumlah yang lebih banyak.
Pemberian ZPT paklobutrazol juga berdampak pada bentuk tunas bunga yang kerucut, pendek, dan tumpul.Kondisi tersebut juga akan mendukung meningkatnya jumlah calon buah yang biasanya dibagian tengah menjadi di bagian pangkal tunas bunga. Posisi calon buah yang demikian meningkatkan peluang calon buah tersebut menjadi buah dan bertahan sampai buah biasa dipanen.

Memberikan hormon zat perangsang buah

Pemberian zat pemecah dormansi pada mata tunas satu bulan setelah pemberian paklobutrazolmenghasilkan bunga terbanyak. Selain itu, penggunaan ethephon sebagai zat pemecahdormansi lebih dianjurkan karena harganya murah dibandingkan benzil adenin dan lebih mudah larut dalam air.
Ethephon termasuk zat pemecah dormansi yang dapat mempercepat pembungaan pada mangga. Pemberian ethephon dengan konsentrasi 400 ppm akan menghasilkan jumlah tunas bunga yang banyak dan waktu berbunga relatif cepat. Ethephonadalah salah satu zat pengatur tumbuh sintetik yang dipasaran dikenal dengan nama dagangethrel.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan ZPT pada tanaman mangga, yaitu sebagai berikut:
  • Tanaman harus sehat dan subur. Sebab, pemberian paklobutrazol pada tanaman yang tidak sehat akan menyebabkan terhambatnya pembentukan tunas dan pucuk selama 1-2 tahun.
  • Tanaman sudah pernah berbunga, sebagai penanda bahwa tanaman tersebut sudah dewasa dan pertumbuhannya bagus.
  • Lakukan pemangkasan dan pemupukan untuk menghindari tanaman meranggas dan merana karena kekurangan nutrisi.
Upaya lainnya adalah menyemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin. Dari keseluruhan bunga mangga yang muncul hanya 0,3% yang bisa menjadi buah yang dapat dipetik. Dengan cara ini, persentase pembentukan buah yang dapat dipanen akan meningkat menjadi 1,3%.
Zat pengatur tumbuh lainnya adalah cultar, yaitu zat yang mampu meningkatkan jumlah ranting produktif dan mempercepat proses pemembungaan. Selain itu, ada juga dekamon yang bisa merangsang tumbuhnya tunas baru, mencegah kerontokan bunga dan buah, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas buah mangga.
Meskipun demikian, pemberian ZPT pada tanaman mangga harus diikuti pemupukan dan penyiraman yang teratur dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman rutin yang dilakukan 3-5 liter perhari perlu ditambah menjadi 10-15 liter perhari apabila bunga mulai muncul. Dosis pemberian ZPT juga tidak bisa berlebihan karena bisa menghambat fungsi hormon itu sendiri.
Sumber :

Jenis mangga unggulan

Pada zaman sekarang, telah dikembangkan berbagai macam mangga berkualitas untuk dibudidayakan. Mangga tersebut mampu menghadapi persaingan pasar tradisional. Varietas mangga biasanya terdapat dari luar negeri, maupun di dalam negeri. Sampai saat ini ada beberapa jenis mangga yang berkualitas yaitu sebagai berikut:
1`. Arum manis Mangga gadung

Mangga tersebut adalah mangga yang paling terpopuler di Indonesia. Permintaan konsumen selalu meningkat setiap harinya. Saat sudah musim mangga tiba, harga mangga pun turun drastis, berbeda jika kalau sedang musim tiba, harga nya pun melonjak tinggi. Mangga tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Baca Juga:

  • Biasanya kulitnya selalu berwarna hijau,
  • Terdapat lapisan lilin yang membuat warna hijau muda menjadi tersamarkan.
  • Dipermukaan kulit biasanya ada bintik-bintik hijau keputihan.
  • Memiliki daging yang tebal dan rasanya sangat manis.
2. Golek

Mangga golek adalah mangga yang paling lezat diantara mangga-mangga yang lain, karena mangga tersebut renyah. Siapa saja yang menikmati pasti akan ketagihan. Mangga tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Mangga tersebut memiliki bentuk bulat yang memanjang.
  • Saat mangga masak warnanya berubah menjadi kuning kehijauan.
  • Mempunyai biji yang tipis.
  • Memiliki aroma yang khas.
  • Daging buah tebal dan tidak berserat.
3. Manalagi

Artikel terkait
  • Fungsi kalium untuk tanaman
  • Mangga yang mempunyai beberapa macam jenis. Seperti Manalagi Probolinggo dan manalagi situbondo. Biasanya orang probolinggo mengenal manalagi probolinggo dengan sebutan manalagi madu. ciri-cirinya sebagai berikut:
  • Buahnya seperti anggur.
  • Jika mangga tersebut masak buahnya berbintik cokelat seperti madu.
  • Jika mangga belum masak rasanya pun sedikit agak masam.
  • Kulit mangga tersebut berwarna hijau dengan kombinasi bintik putih.
  • Kandungan serat yang terdapat di mangga sangat tinggi.
Ciri-ciri Manalagi Situbondo yaitu:
  • Berat manalagi situbondo biasanya mencapai 1500 gram per buahnya.
  • Rasa buah tidak diragukan lagi, rasanya manis seperti gula.
  • Bila matang warnanya berubah menjadi hijau kekuningan.
  • Rasanya yang nikmat membuat orang yang menikmati akan ketagihan.
4. Nam Dok Mai

Mangga jenis ini berasal dari negara Thailand. Mangga tersebut termasuk mangga yang sangat mudah dibudidayakan. Bentuknya yang unik memanjang agak bulat dan ujung mangga yang membengkok runcing. Ciri-ciri nam dokmai adalah seperti berikut:
  • Daunnya bergelombang berwarna hijau
  • Buahnya berwarna kuning, dan kulit buahnya sangat tipis,
  • Jenis mangga ini memiliki berat mencapai 340-400 gram dan panjangnya 16,4 cm
  • Rasanya yang manis hingga 19%
Bagi para pembaca diharap dapat mengerti dengan penjelasan macam-macam mangga unggulan, semoga bermanfaat.

Seleksi Bunga dan Buah Mangga Unggul

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas mangga, perlu dilakukan juga seleksi bunga dan buah mangga. Seperti yang sudah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, faktor kegagalan buah mangga lebih banyak ditentukan saat pembungaan.

Dengan demikian, menjaga kualitas bunga mangga akan menjadi sangat penting agar bisa menghasilkan kualitas dan kuantitas biah sesuai dengan yang diharapkan.
Pada mingggu keempat, biasanya buah akan berdiameter sekitar 0,5 cm. Diusia ini, banyak terjadi kerontokan buah karena kandungan ZPT tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, kerontokan bunga atau buah juga disebabkan hama penyakit, seperti jenis homoptera (idiocerus niveoparsus).
Baca Juga : jadilah-petani-cerdas
Hama ini merusak tangkai bunga mangga, daun-daun muda, dan buah muda. Antraknose juga salah satu penyakit yang biasanya menyerang di masa pembungaan dan pembuahan, terutama apabila kondisi lingkungan tempat mangga tersebut tumbuh kelembapannya tinggi.
Gangguan lainnya adalah hama cabuk putih yang menyerang saat bunga mekar sampai 35 hari setelah penyerbukan berlangsung. Kondisi lingkungan dengan kelembapan yang sangat rendah dan suhu tinggi ketika masa pembungaan berlangsung juga bisa membuat kerontokan bunga dan buah mangga.
Selain itu, unsur hara yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman mangga juga akan berdampak sama. Kondisi lingkungan yang dibutuhkan tanaman mangga umumnya adalah saat menjelang musim kemarau. Sebab, pada saat itu terjadi cekaman kekeringan dan peningkatan suhu pada kanopi. Dalam keadaan lingkungan yang demikian, stimulasi bunga akan terjadi sebagai akibat terbentuknya dan terakumulasinya hormon yang merangsang pembungaan mangga (florigen).
Artikel terkait : Membuat herbisida

Seleksi Bunga dan Buah Mangga Unggul

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas bunga mangga, apabila lahan yang tersedia memungkinkan, bisa dilakukan pemeliharaan lebah di sekitar pohon mangga. Keberadaan lebah-lebah ini dapat membantu proses penyerbukan bunga mangga. Selain itu, lebah juga akan mendapatkan manfaat dengan memperoleh nektar dari bunga mangga.
Kondisi tanaman mangga yang berbunga lebat juga perlu diwaspadai agar tetap menghasilkan buah yang berkualitas karena setiap pohon mempunyai kemampuan berproduksi optimal pada kondisi tertentu. Sehingga apabila berproduksi optimal pada kondisi tertentu. Sehingga apabila buah dibiarkan melimpah, bisa berakibat turunnya jumlah produksi di musim buah selanjutnya.
Untuk itu, perlu dilakukan penjarangan buah untuk mengurangi jumlah buah dalam setiap tangkai dengan membuang buah yang dianggap tidak baik. Buah mangga hanya dipelihara 2-3 buah per tangkai, sehingga sesuai dengan daya dukung tanaman untuk menghasilkan buah dengan mutu dan jumlah yang optimal.
Penjarangan buah dilakukan saat buah masih kecil, kira-kira sebesar bola pimpong. Buah mangga yang tidak baik pertumbuhannya (tidak normal, tampak tidak sehat) dipetik, hingga tersisa 2-5 buah saja dalam setiap tandannya.
Buah yang dipertahankan adalah buah yang sehat, bebas hama dan penyakit, serta berwarna menarik. Pemangkasan buah ini bisa dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas untuk menghindari kerusakan bagian tanam lainnya. Dengan berkurangnya jumlah buah dalam setiap tandannya, maka kompetisi penyerapan nutrisi tanaman akan berkurang. Sehingga, perkembangan buah mangga yang dibiarkan di tandan akan lebih baik.

Fungsi kapur dolomit untuk pertanian


Perlu kita ketahui bahwa dolomit mengandung calsium dan magnesium yang berfungsi untuk Mengoreksi keasaman tanah agar sesuai dengan pH yang diperlukan tanaman. Menetralisir kejenuhan zat-zat yang meracuni tanah, tanaman, jika zat tersebut berlebihan seperti zat AI (alumunium), Fe (zat besi), Cu (Tembaga)
  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyerapan zat-zat hara yang sudah ada dalam tanah baik yang berasal dari bahan organik maupun pemberian pupuk lainnya seperti Urea, TSP, dan Kcl
  • Menjaga tingkat ketersediaan unsur hara mikro sesuai kebutuhan tanaman. Artinya dengan Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO) yang cukup unsur mikro pun memadai.
  • Memperbaiki porositas tanah, struktur serta aerasi tanah sekaligus bermanfaat bagi mikrobiologi dan kimiawi tanah sehingga tanah menjadi gembur, sirkulasi udara dalam tanah lancar dan menjadikan akar semai bebas bergerak menghisap unsur hara dari tanah
  • Aktifator berbagai jenis enzim tanaman, merangsang pembentukan senyawa lemak dan minyak, serta karbohidrat.
  • Membantu translokasi pati dan distribusi phospor di dalam tubuh tanaman.
  • Unsur pembentuk warna daun (klorofil), sehingga tercipta hijau daun yang sempurna.images (13)
Gejala kekurangan Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO):
  • Pada tanaman penghasil biji-bijian akan menghasilkan biji lemah, keriput, dan kempes tidak berisi
  • Kuncup bunga dan buah busuk dan akhirnya akan gugur
  • Matinya titik tumbuh pada pucuk dan akar tanaman
  • Tepi daun muda mengalami klorosis lalu menjalar ketulang daun, kuncup tanaman atau tunas muda mati
  • Pada daun tua tampak bercak coklat, lalu menguning, mengering lalu mati
Dampak dan kerugian kekurangan Kalsium dan Magnesium
  • Baca juga artikel : cara budidaya mangga lengkap

  • Kekurangan Kalsium dan Magnesium dalam tanah, menjadikan tanah bereaksi masam, mengakibatkan unsur hara lain seperti Phospor dan Kalium terikat sehingga tak terserap oleh tanaman dengan maksimal, pemupukan yang diberikan kurang efektif dan tidak efisien. Produktifitas tanaman menurun rendah dengan mutu hasil kurang baik. Secara ekonomis merugikan karena pendapatan rendah
  • Kekurangan Kalsium dan Magnesium akan menaikkan unsur AI (Alumunium), Fe (zat besi), Mn (mangan), Zn (sen) dan Cu (tembaga), unsur tersebut dalam jumlah berlebihan akan menjadi racun bagi tanah dan mengganggu tanaman.
  • Denutrisi pada tanaman mengakibatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit menjadi rendah, tanaman mudah terserang hama dan penyakit, demikian pula dengan udang, ikan dan rumput laut yang berada pada tanah yang kekurangan Kalsium dan Magnesium.
  • Sumber : .tanaman.net

Merangsang Akar Tanaman Pakai Bawang Merah.

Sebagi pencinta tanaman, Anda tentu ingin melihat tanaman Anda tumbuh subur dengan tunas dan akar yang sehat. Perlakuan yang tepat seperti penggunaan media tanam yang baik, pemberian pupuk, dan penyiraman adalah hal yang krusial dalam pertumbuhan tanaman. Selain hal tersebut, pemberian hormon perangsang pertumbuhan juga perlu diberikan agar tanaman dapat tumbuh lebih baik.
Bawang Merah
Hormon perangsang tumbuh atau zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam konsentrasi rendah secara kualitatif  mampu mendorong dan mengubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. ZPT secara alami dihasilkan oleh bagian tanaman yang masih muda seperti ujung batang atau ujung akar. Namun, hormon-hormon atau ZPT ini terdapat dalam jumlah yang sedikit pada tanaman.
Dalam rangka memacu pertumbuhan akar dan tunas yang lebih cepat, pemberian hormon-hormon pengatur tumbuh dianjurkan untuk tanaman. Hal ini berlaku pula pada tanaman yang diperbanyak dengan cara vegetatif seperti stek dan cangkok. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan tunas dan akar dengan metode stek atau cangkok memang relatif lama.

Kandungan ZPT Alami Dalam Bawang Merah

Tiap tanaman sebenarnya memiliki hormon perangsang akar alami yaitu Rhizokalin dan Kaulin untuk pertumbuhan tunas namun karena terdapat jumlah yang terbatas perlu diberi ZPT tambahan. Sebenarnya Anda dapat dengan mudah membeli ZPT sintetis dari toko-toko pertanian (Silahkan kunjungi website kami untuk melihat jenis-jenis produk zat pengatur tumbuh tanaman) tapi tak ada salahnya Anda membuat ZPT alami sendiri. Salah satunya dengan memanfaatkan umbi bawang merah(Allium cepa).
Kandungan ZPT Alami dalam Bawang Merah
Umbi bawang merah mengandung Allicin, vitamin B1 (Thiamin) untuk pertumbuhan tunas, riboflavin untuk pertumbuhan tanaman, dan mengandung zpt auksin dan rhizokalin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Thiamin dengan Allicin akan membentuk ikatan allithiamin yang mudah diserap oleh sel tumbuhan dan membentuk efek fisiologis dalam pertumbuhan tunas dan daun. Auksin memacu protein tertentu yang dapat mengaktifkan enzim untuk menginisiasi pemanjangan sel tumbuhan. Auksin diproduksi di jaringan meristem batang dan akan  disebarkan ke seburuh bagian tanaman mulai dari atas hingga titik tumbuh akar.
Penelitian yang dilakukan oleh Dede Ahmad, et.al.,  2014 dari UPI Bandung menunjukkan bahwa terhadap tanaman krisan yang telah diberi ekstrak bawang merah pada stek batangnya muncul akar rata-rata sebanyak 20 buah setelah 10 hari penanaman di media. Rata-rata jumlah akar yang sama diperoleh dengan pemberian ZPT sintetis. Sedangkan pada stek krisan yang tidak diberi ekstrak bawang merah dan ZPT sintetis jumlah akar rata-rata 14 buah. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak akar bawang merah memiliki kemampuan yang sama dengan ZPT sintetis dalam merangsang pembentukan akar.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat ekstrak bawang merah ini juga tergolong murah. Anda pun dapat lebih berhemat. Sebagai informasi, 100 gram bawang putih dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp. 4.000,- hingga Rp. 5.000,-. Sedang hormon perangsang akar sintetis seberat 100 gram dijual dengan harga Rp. 40.000, hingga Rp. 55.000,-. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai harga pasar.
Tanaman yang termasuk golongan famili Liliaceae dan genus Allium ini juga memiliki manfaat sebagai penyembuh penyakit demam, batuk, dan sebagai perlindungan terhadap sel kanker (1-3,5 ons bawang segar dikonsumsi secara teratur). Baca juga artikel tentang manfaat bawang merah untuk kesehatan
Sumber : bibitbunga.com

Mengenal Kode Pada Produk Pestisida Dan Fungsinya

Pestisida adalah bahan untuk menolak atau membasmi organisme pengganggu. Asal katanya adalah Pest (hama) dan cide (pembasmi).
 Sesuai sasarannya, pestisida dapat berupa :
Insektisida : pembasmi serangga
Fungisida = pembasmi jamur
Rodentisida = pembasmi hewan pengerat
Herbisida = pembasmi gulma
Akarisida + pembasmi tungau
Dan Bakterisida = pembasmi bakteri.
Adapun  bahan pembuatan pestida terdiri dari 2 jenis, yakni bahan aktif dan bahan ramuan. Bahan aktif (active ingredient) adalah bahan utama dari pestisida tersebut, sedangkan bahan ramuan (inner ingredient) adalah bahan tambahan , seperti bahan  pewarna, perekat, dan aroma.
Dalam setiap kemasan produk pestisida, terdapat kode yang tertera. Kode-kode tersebut menunjukkan bentuk dan cara menggunakan pestisida tersebut. Penting untuk mengetahui kode-kode pestisida agar daya fungsinya menjadi maksimal.
Berikut di bawah ini beberapa kode dari pestisida, dan fungsinya. Angka didepan hurup menunjukkan jumlah % bahan aktif dalam produk.

1.Aerosol (A)
Formulasi terdiri dari campuran bahan aktif berkadar rendah dengan zat pelarut yang mudah menguap (minyak) kemudian dimasukkan ke dalam kaleng yang diberi tekanan gas propelan
Contoh:  Insektisida Baygon, Raid, HIT
2.Dust  ( D) : Debu, Tepung Hembus
Berbentuk tepung halus yang kering. Penggunaannya dengan menggunakan alat khusus Duster. Fungsinya untuk mengendalikan hama gudang.
Contoh : Insektisida Silosan 2D
3.Emulsifiable Concentrate ( EC): Cairan Pekat
Berbentuk cairan pekat yang penggunaannya ditambahkan air.Hasilnya disebut dengan emulsi. Penggunaannya dengan alat semprot.
• Contoh: Insektisida Agrimec 18 EC, Decis 2,5 EC, Fungisida Afugan 300 EC
Akarisida Meothrin 50 EC
4.Granula, granule (G)
Berbentuk butiran padat, penggunaan dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dekat akar.
Contoh : Insektisida Furadan 3G, Basamid 3G
5.Poisonous Bait (B) : Umpan beracun 
• Formulasi terdiri dari bahan aktif pestisida dicampur dengan bahan lainnya yang disukai oleh jasad pengganggu
Contoh :  Rodentisia Klerat, Ramortal 12 B
6. Powder Concentrate
• Formulasi berbentuk tepung biasanya tergolong Rodentisida
• Penggunaannya dicampur dengan umpan dan dipasang di luar rumah
Contoh :  Rodentisida Racumin, Diphacin dan Silmurin
7. Ready Mix Bait (RMB)
• Formulasi ini berbentuk blok besar dengan bobot 300 gr dan blok kecil dengan bobot 10-20 gr serta pelet
• Kandungan bahan aktifnya rendah 0,0003 – 0,005 %. Berupa umpan beracun siap pakai untuk tikus.
Contoh : Rodentisida Klerat RMB
8.Salt concentrate (SC) : Garam Konsentrat
Dibuat dari bahan aktif turunan (derifatif) garam dengan air. Contohnya 2,4 D adalah bahan aktif herbisida yang sukar larut dalam air, dengan mereaksikan 2,4 D dengan bahan garam dapat dibuat menjadi sangat larut. Bersifat cepat larut dan menyebar merata dalam air, sehingga tidak perlu diaduk terus menerus selama pemakaian.
9.Seed Treatment (ST)
• Formulasi berbentuk tepung
• Penggunaannya dicampur sedikit air sehinga terbentuk suatu pasta
Contoh:  Insektisida Larvin 250 ST, Marshal 25 ST
10.Solution (S)
• Formulasi pestisida dalam pelarut organik
• Tanpa dicampur dengan bahan lain
• Formulasi ini tidak banyak
Contoh: Herbisida purna tumbuh Gramaxon S
11.Water-Soluble Powder (SP): Tepung yang larut dalam air
Bentuk tepung larut dalam air tanpa endapan dan penggunaannya dengan alat semprot
Contoh: Insektisida Dicarzol 25 SP, Herbisida Target 25 SP
12. Ultra Low Volume (ULV)
• Bentuk murninya cairan atau padat yang larut dalam solvent minimum (konsentrasi tinggi)
• Penggunaannya dengan cara mengaplikasikannya langsung tanpa penanambahan air. Pestisida jenis ini cocok digunakan pada daerah sulit air. Contoh: Insektisida Sumialpha 10 ULV
13.Wettable Powder (WP):  Tepung yang dapat disuspensikan dalam air 
• Berbentuk tepung kering agak pekat, dan penggunaannya dengan alat semprot. Hasil campuran tepung ini dengan air disebut dengan suspensi.
Contoh : 
Insektisida Confidor 5 WP, Garvox 20 WP
Fungisida Antracol 70 WP, Dithane M-45 80 WP
Herbisida Gesapax 80 WP, Gesaprim 80 WP
Akarisida Morestan 25 WP
Bakterisida Agrept 20 WP, Agrimycin 15 WP=3