Merangsang Akar Tanaman Pakai Bawang Merah.
Mengenal Kode Pada Produk Pestisida Dan Fungsinya
• Contoh: Insektisida Agrimec 18 EC, Decis 2,5 EC, Fungisida Afugan 300 EC
Akarisida Meothrin 50 EC
• Formulasi terdiri dari bahan aktif pestisida dicampur dengan bahan lainnya yang disukai oleh jasad pengganggu
Contoh : Rodentisia Klerat, Ramortal 12 B
• Formulasi berbentuk tepung biasanya tergolong Rodentisida
• Penggunaannya dicampur dengan umpan dan dipasang di luar rumah
Contoh : Rodentisida Racumin, Diphacin dan Silmurin
• Formulasi ini berbentuk blok besar dengan bobot 300 gr dan blok kecil dengan bobot 10-20 gr serta pelet
• Kandungan bahan aktifnya rendah 0,0003 – 0,005 %. Berupa umpan beracun siap pakai untuk tikus.
Contoh : Rodentisida Klerat RMB
Dibuat dari bahan aktif turunan (derifatif) garam dengan air. Contohnya 2,4 D adalah bahan aktif herbisida yang sukar larut dalam air, dengan mereaksikan 2,4 D dengan bahan garam dapat dibuat menjadi sangat larut. Bersifat cepat larut dan menyebar merata dalam air, sehingga tidak perlu diaduk terus menerus selama pemakaian.
• Formulasi berbentuk tepung
• Penggunaannya dicampur sedikit air sehinga terbentuk suatu pasta
Contoh: Insektisida Larvin 250 ST, Marshal 25 ST
• Formulasi pestisida dalam pelarut organik
• Tanpa dicampur dengan bahan lain
• Formulasi ini tidak banyak
Contoh: Herbisida purna tumbuh Gramaxon S
• Bentuk murninya cairan atau padat yang larut dalam solvent minimum (konsentrasi tinggi)
• Penggunaannya dengan cara mengaplikasikannya langsung tanpa penanambahan air. Pestisida jenis ini cocok digunakan pada daerah sulit air. Contoh: Insektisida Sumialpha 10 ULV
• Berbentuk tepung kering agak pekat, dan penggunaannya dengan alat semprot. Hasil campuran tepung ini dengan air disebut dengan suspensi.
Insektisida Confidor 5 WP, Garvox 20 WP
Fungisida Antracol 70 WP, Dithane M-45 80 WP
Herbisida Gesapax 80 WP, Gesaprim 80 WP
Akarisida Morestan 25 WP
Cara mengatasi tipus (typus)
secara hasil dari khasiat cacing tanah sudah kami buktikan sendiri, tetapi masih bingung kok bisa cacing tanah bisa sangat berkhasiat untuk mengobati tifus, akhirnya mencari informasinya dari beberapa narasumber tidak terkecuali mbah dukun google.
dari hasil diskusi dengan beberapa narasumber tersebut kami mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa " penyebab sakit tifus adalah bakteri salmonela dan kandungan pada cacing tanah adalah pembunuh bakteri tersebut
Kemudian coba mencari informasi lebih lengkap tentang kandungan yang terdapat pada cacing tanah dengan test lab kandungan, hasil dari test lab kandungan cacing tanah kurang lebih seperti dibawah ini :
Protein 68%
Asam glutamat. 8.98 %
Treonin 3.28%
Lisin 5.16%
Glycine 3.54%
Benarkah Muhammad Adalah Nabi Terakhir Yang Ditunggu Umat Hindu ?
Kalimat itu pasti mengejutkan bagi kebanyakan umat Islam maupun umat Hindu, bahkan mungkin bagi umat di luar kedua agama itu. Betapa tidak, syariat dari dua agama itu sangat jauh berbeda. Mungkinkah Nabi Muhammad adalah Nabi dari kedua agama itu?
Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari Alahabad University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” artinya : turun. “tr” artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah : “utusan terakhir”.
Kreatifitas petani
HERBISIDA ALAMI (obat rumput murah)
Alat : Jerigen ukuran 10 Lt
Pisau
Bahan : Air kelapa 5 Lt
Ragi 20 – 30 butir
Bawang putih 300 gr (diiris)
Roundap 1 Lt
Cara Pembuatan:
Bahan dicampur dan dimasukan kedalam jerigen. Simpan selama 30 hari. Setiap 2 hari tutup jerigen dibuka untuk mengeluarkan gas.
CARA MEMBUAT RACUN RUMPUT RACIKAN DARI PENGALAMAN PETANI
Membuat Racun Rumput (menjadi) Murah
Oleh : Dian Kusumanto
Beberapa waktu yang lalu penulis pernah menyajikan beberapa pengalaman petani untuk membuat atau meramu sendiri racun rumput yang murah tetapi tetap berdaya guna. Ada 3 resep yang sudah disajikan yaitu
1. Gus Bensol 11,
2. Alur G 12 dan
3. Hervit Top 13.
Nama-nama itu dibuat oleh penulis agar mudah diingat, karena susunan hurufnya adalah singkatan dari unsur-unsur bahan pembuatan racun rumput hasil rekayasa petaninya.
Gus Bensol 11, disebut demikian karena bahan untuk meramu racun rumput ini terdiri dari :
G = garam,
U = Urea,
S = Sabun Colek,
Ben = Bensin dan
Sol = Solar.
Kemudian angka 11, artinya semua bahan dengan perbandingan 1 (Kg) : 1 (Kg) : 1 (Wadah) : 1 (Liter) : 1 (Liter). Racun rumput yang bersifat kontak ini dibuat petani jika sudah kepepet karena tidak punya uang cukup untuk membeli herbisida atau pada saat stok herbisida kosong tetapi rumput sudah tiba saatnya harus dibasmi. Penulis mendapatkan resep ini dari Pak Mo melalui facebook HERBISIDA ALAMI (obat rumput murah)
Alat : Jerigen ukuran 10 Lt
Pisau
Bahan : Air kelapa 5 Lt
Ragi 20 – 30 butir
Bawang putih 300 gr (diiris)
Roundap 1 Lt
Cara Pembuatan:
Bahan dicampur dan dimasukan kedalam jerigen. Simpan selama 30 hari. Setiap 2 hari tutup jerigen dibuka untuk mengeluarkan gas.
CARA MEMBUAT RACUN RUMPUT RACIKAN DARI PENGALAMAN PETANI
Membuat Racun Rumput (menjadi) Murah
Oleh : Dian Kusumanto
Beberapa waktu yang lalu penulis pernah menyajikan beberapa pengalaman petani untuk membuat atau meramu sendiri racun rumput yang murah tetapi tetap berdaya guna. Ada 3 resep yang sudah disajikan yaitu Gus Bensol 11, Alur G 12 dan Hervit Top 13. Nama-nama itu dibuat oleh penulis agar mudah diingat, karena susunan hurufnya adalah singkatan dari unsur-unsur bahan pembuatan racun rumput hasil rekayasa petaninya.
Gus Bensol 11, disebut demikian karena bahan untuk meramu racun rumput ini terdiri dari : G (garam, U (Urea), S (Sabun Colek), Ben (Bensin) dan Sol (Solar). Kemudian angka 11, artinya semua bahan dengan perbandingan 1 (Kg) : 1 (Kg) : 1 (Wadah) : 1 (Liter) : 1 (Liter). Racun rumput yang bersifat kontak ini dibuat petani jika sudah kepepet karena tidak punya uang cukup untuk membeli herbisida atau pada saat stok herbisida kosong tetapi rumput sudah tiba saatnya harus dibasmi. Penulis mendapatkan resep ini dari Pak Mo di Jalan Sungai Lemo Sedadap Nunukan Selatan.
Alur G 12, terbuat dari Al (Air Laut) 12 liter, Ur (Urea) 2 kg dan G (salah satu nama Herbisida kontak) sebanyak 1 liter. Semua bahan dicampur dan kemudian dimasak hingga mendidih. Resep ini sebenarnya untuk menghemat herbisida yang harganya sangat mahal, untuk diperbanyak dari 1 liter menjadi 12 liter agar biaya dalam pembasmian rumput ini menjadi murah bagi petaninya. Sebenarnya resep ini diperoleh dan dipraktekkan oleh Pak Mustafa, petani Jagung di Sei Jepun Nunukan Selatan, pada saat bekerja di kebun Kelapa Sawit di Lahat Dato Sabah Malaysia. Sepulangnya dari ‘makan gaji’ di Malaysia Pak Mustafa selalu mempraktekkannya untuk lahan Jagungnya di Sei Jepun seluas sekitar 4 hektar.
Hervit Top 13, berbahan Her (herbisida) 1 liter, Vit (Vitsin) 250 gram atau satu kantong dan Top (Toak Pahit) sebanyak 3 liter. Semua bahan dicampur dan bisa digunakan langsung sebagaimana biasanya. Resep ini dicatat dari temuan Pak Asri Aziz seorang PPL Sebatik Barat dari beberapa petani binaannya yang sudah terbiasa digunakan petani. Menurut petani sebenarnya dulu resepnya hanya menggunakan Vitsin dan Toak Pahit saja, namun kemudian petani ingin lebih menguatkan efeknya dengan menambahkan herbisida.
Pada saat penulis mengikuti Pekan Daerah KTNA di Kota Tenggarong, sempat bertemu beberapa petani dari Bengalon Kutai Timur Kalimantan Timur, yaitu Pak Saifuddin, Pak Gioto dan Pak Ismail. Dari Bengalon Kutai Timur ini sudah biasa menggunakan resep untuk memperbanyak racun rumput, khususnya yang bersifat sistemik (yaitu R..). Resep dari Bengalon ini berbahan Ragi, Urea, Air Hujan dan Herbisida dengan perbandingan Ragi Tape (1 kantong), Urea (1 kg), Herbisida (R) 1 liter dan Air Hujan sampai dengan 5 liter. Semua bahan dicampur dan diaduk sampai merata kemudian diperam dalam wadah yang kedap sinar dan disimpan selama 1 minggu.
Racun rumput ini agar mudah mengingat bahan pembuatnya maka disebut sebagai Heragur AH5, maksudnya Her (herbisida), Rag (Ragi Tape), Ur (Urea) dan AH (Air Hujan) serta 5 maksudnya menjadi 5 liter.
Hikmah berkumpul dengan petani peserta Peda dan Rembug KTNA yang lain lagi adalah pengalaman petani dari Sebatik, yaitu Pak H. Alimuddin Ketua Kelompok Tani Sinar 2000. Ada resep racun rumput yang berbahan Air Fermentasi Kakao atau sering disebut Air Kakao, Sabun Colek, Urea dan Herbisida kontak (seperti G..). Cara dan resepnya yaitu, memasak air biasa yang dicampur sabun colek (setengah kg) sambil terus diaduk sampai rata atau larut dan mendidih. Setelah itu dicampurkan bahan-bahan lain seperi Urea ( 1 kg), Herbisida (5 liter) dan Air Kakao (15 liter) dan diaduk hingga merata.
Penggunaan racun rumput oplosan ini adalah sebanyak 200 ml untuk satu tangki Sprayer 16 literan. Biasa digunakan sebagai racun rumput kontak untuk sawah. Kelemahan racun rumput ini adalah jika digunakan dengan Sprayer berbahan logam akan mudah korosi atau berkarat.
Agar memudahkan mengingat maka penulis member nama resep ini dengan Arkosur H 515, maksudnya Arko (Air Kakao), S (Sabun Colek), Ur (Urea), H (Herbisida) dan 515 (5 liter herbisida dibandingkan 15 liter air kakao).
Resep-resep ini adalah karya dari petani yang cukup kreatif untuk mengatasi keterbatasannya tetapi terus berusaha tani dengan biaya yang lebih hemat . Ini adalah bukti dari kearifan local para petani menghadapi keadaan semakin mahal dan langkanya racun rumput di pasaran. Harapannya agar resep-resep ini dapat menjadi referensi bagi petani yang lain. Meskipun ini bukan anjuran teknologi yang paten dan diakui oleh Pemerintah, tetapi silakan saja dicoba untuk kalangan petani sendiri dan kalau perlu dikembangkan dengan resep-resep yang lainnya.
Memperbanyak herbisida sendiri
Pada musim hujan para petani sering kewalahan mengatasi gulma(rumput liar), Karena gulma sangat menganggu tanaman pokok, sehinga petani mengunakan herbisida untuk mengatasi gulma. Tetapi sekarang harga herbisida yg melambung, membuat petani jadi tambah berat biaya tanamnya. Untuk petani harus bisa mengakalinya.
Berikut ini akan saya uraikan memperbanyak herbisida sendiri, sehingga biaya produksi bisa di turunkan. Tetapi keampuahanya masih sama dengan herbisida asli.
Bahan bahan:
1. 1 liter herbisida merk gramazon atau rundap
2. 2 liter air kelapa
3. 60 gram derterjen merk apa saja
4. 25 butir ragi tape
5. 1/2 kg pupuk za
Cara membuatnya:
1. Ambil ember atau apa saja untuk wadah mencampur
2. Masukan air kelapa dalam ember
3. Masukan ragi & pupuk za trus aduk sampai tercampur rata
4. Masukan juga detergen sambil trus diaduk
5. Terakhir masukan herbisida sambil trus di aduk
6. Bila sudah tercampur rata trus langsung dimasukan dalam botol dan siap digunakan
Dengan catatan: tidak boleh mencampur dua merk herbisida jadi satu
Cara mengunakanya sama seperti pemakaian herbisida biasanya.
Tips gratis membuat pestisida organik sendiri
Ini pengalamanku dalam membuat pestisida organik sendiri. Berawal dari harga pupuk dan pestisida yang kian hari kian mahal, membuat kami sekelompok petani di desa Tlogopayung, kec. Plantungan, Kab. Kendal merasa berat dan penat mengadakan modal untuk berusaha tani. Bagaimana tidak ? Kami merupakan petani kecil dengan modal pas-pasan sehingga agak susah untuk menambah modal dalam bertani, mau makan aja susah sehari-hari…hehe…
Nah, akhirnya dengan kondisi yang “kepepet” itulah saya mencoba membuat pestisida organik sendiri. Bahan-bahan untuk membuat pestisida ini kami cari dari bahan-bahan yang murah dan mudah kami temui di lingkungan desa kami. Bahan-bahan tersebut adalah :
1. kulit jengkol
2. umbi gadung
3. akar tuba, kalau di desa kami namanya akar jenu
4. daun pepaya
5. daun sengon
6. umbi temu ireng
7. daun mindri (nama tanaman di desa kami), atau “mindi” ?
Langkah pembuatan :
1. semua bahan-bahan diatas masing-masing berjumlah 1-2 kg kemudian ditumbuk satu demi satu dan kemudian dicampur.
2. setelah ditumbuk hingga agak halus, kemudian dicampur dengan air bersih kira-kira 5 liter. Ada juga yang menyarankan agar campuran ini kemudian ditambahi 1 sdm rinso/sabun detergen lain (tapi saya tidak melakukan hal ini).
3. campuran diatas kemudian diperam dalam sebuah wadah tertutup kira-kira 2-3 hari sehingga proses fermentasi berlangsung sempurna.
4. setelah 2-3 hari, jadilah biang obat. Kemudian peras dan saring. Biang obat sudah jadi.
5. untuk aplikasi : campurkan 1 liter biang obat kedalam 4-5 liter air bersih, kemudian semprotkan ke tanaman yang terkena hama
Pengalaman saya, pestisida organik ini efektif untuk mengusir belalang, semut, ulat dan serangga-serangga kecil lain. Untuk aplikasi yang efektif, penyemprotan bisa dilakukan 3 hari sekali. Pada musim hujan, sewaktu mencampur obat bisa ditambahkan sedikit perekat. Oya, pestisida organik ini menurut saya juga sekaligus sebagai pupuk organik cair.
Mari majukan pertanian organik !!! Silakan bagi rekan dan teman yang ingin menambahi. Kita sharing ilmu yang bermanfaat di Jalan Sungai Lemo Sedadap Nunukan Selatan.
Alur G 12, terbuat dari Al (Air Laut) 12 liter, Ur (Urea) 2 kg dan G (salah satu nama Herbisida kontak) sebanyak 1 liter. Semua bahan dicampur dan kemudian dimasak hingga mendidih. Resep ini sebenarnya untuk menghemat herbisida yang harganya sangat mahal, untuk diperbanyak dari 1 liter menjadi 12 liter agar biaya dalam pembasmian rumput ini menjadi murah bagi petaninya. Sebenarnya resep ini diperoleh dan dipraktekkan oleh Pak Mustafa,petani Jagung di Sei Jepun seluas sekitar 4 hektar.
Hervit Top 13, berbahan Her (herbisida) 1 liter, Vit (Vitsin) 250 gram atau satu kantong dan Top (Toak Pahit) sebanyak 3 liter. Semua bahan dicampur dan bisa digunakan langsung sebagaimana biasanya. Resep ini dicatat dari temuan Pak Asri Aziz seorang PPL Sebatik Barat dari beberapa petani binaannya yang sudah terbiasa digunakan petani. Menurut petani sebenarnya dulu resepnya hanya menggunakan Vitsin dan Toak Pahit saja, namun kemudian petani ingin lebih menguatkan efeknya dengan menambahkan herbisida.
Pada saat penulis mengikuti Pekan Daerah KTNA di Kota Tenggarong, sempat bertemu beberapa petani dari Bengalon Kutai Timur Kalimantan Timur, yaitu Pak Saifuddin, Pak Gioto dan Pak Ismail. Dari Bengalon Kutai Timur ini sudah biasa menggunakan resep untuk memperbanyak racun rumput, khususnya yang bersifat sistemik (yaitu R..). Resep dari Bengalon ini berbahan Ragi, Urea, Air Hujan dan Herbisida dengan perbandingan Ragi Tape (1 kantong), Urea (1 kg), Herbisida (R) 1 liter dan Air Hujan sampai dengan 5 liter. Semua bahan dicampur dan diaduk sampai merata kemudian diperam dalam wadah yang kedap sinar dan disimpan selama 1 minggu.
Racun rumput ini agar mudah mengingat bahan pembuatnya maka disebut sebagai Heragur AH5, maksudnya Her (herbisida), Rag (Ragi Tape), Ur (Urea) dan AH (Air Hujan) serta 5 maksudnya menjadi 5 liter.
Hikmah berkumpul dengan petani peserta Peda dan Rembug KTNA yang lain lagi adalah pengalaman petani dari Sebatik, yaitu Pak H. Alimuddin Ketua Kelompok Tani Sinar 2000. Ada resep racun rumput yang berbahan Air Fermentasi Kakao atau sering disebut Air Kakao, Sabun Colek, Urea dan Herbisida kontak (seperti G..). Cara dan resepnya yaitu, memasak air biasa yang dicampur sabun colek (setengah kg) sambil terus diaduk sampai rata atau larut dan mendidih. Setelah itu dicampurkan bahan-bahan lain seperi Urea ( 1 kg), Herbisida (5 liter) dan Air Kakao (15 liter) dan diaduk hingga merata.
Penggunaan racun rumput oplosan ini adalah sebanyak 200 ml untuk satu tangki Sprayer 16 literan. Biasa digunakan sebagai racun rumput kontak untuk sawah. Kelemahan racun rumput ini adalah jika digunakan dengan Sprayer berbahan logam akan mudah korosi atau berkarat.
Agar memudahkan mengingat maka penulis member nama resep ini dengan Arkosur H 515, maksudnya Arko (Air Kakao), S (Sabun Colek), Ur (Urea), H (Herbisida) dan 515 (5 liter herbisida dibandingkan 15 liter air kakao).
Resep-resep ini adalah karya dari petani yang cukup kreatif untuk mengatasi keterbatasannya tetapi terus berusaha tani dengan biaya yang lebih hemat . Ini adalah bukti dari kearifan local para petani menghadapi keadaan semakin mahal dan langkanya racun rumput di pasaran. Harapannya agar resep-resep ini dapat menjadi referensi bagi petani yang lain. Meskipun ini bukan anjuran teknologi yang paten dan diakui oleh Pemerintah, tetapi silakan saja dicoba untuk kalangan petani sendiri dan kalau perlu dikembangkan dengan resep-resep yang lainnya.
Memperbanyak herbisida sendiri
Pada musim hujan para petani sering kewalahan mengatasi gulma(rumput liar), Karena gulma sangat menganggu tanaman pokok, sehinga petani mengunakan herbisida untuk mengatasi gulma. Tetapi sekarang harga herbisida yg melambung, membuat petani jadi tambah berat biaya tanamnya. Untuk petani harus bisa mengakalinya.
Berikut ini akan saya uraikan memperbanyak herbisida sendiri, sehingga biaya produksi bisa di turunkan. Tetapi keampuahanya masih sama dengan herbisida asli.
Bahan bahan:
1. 1 liter herbisida merk gramazon atau rundap
2. 2 liter air kelapa
3. 60 gram derterjen merk apa saja
4. 25 butir ragi tape
5. 1/2 kg pupuk za
Cara membuatnya:
1. Ambil ember atau apa saja untuk wadah mencampur
2. Masukan air kelapa dalam ember
3. Masukan ragi & pupuk za trus aduk sampai tercampur rata
4. Masukan juga detergen sambil trus diaduk
5. Terakhir masukan herbisida sambil trus di aduk
6. Bila sudah tercampur rata trus langsung dimasukan dalam botol dan siap digunakan
Dengan catatan: tidak boleh mencampur dua merk herbisida jadi satu
Cara mengunakanya sama seperti pemakaian herbisida biasanya.
Tips gratis membuat pestisida organik sendiri
Ini pengalamanku dalam membuat pestisida organik sendiri. Berawal dari harga pupuk dan pestisida yang kian hari kian mahal, membuat kami sekelompok petani di desa Tlogopayung, kec. Plantungan, Kab. Kendal merasa berat dan penat mengadakan modal untuk berusaha tani. Bagaimana tidak ? Kami merupakan petani kecil dengan modal pas-pasan sehingga agak susah untuk menambah modal dalam bertani, mau makan aja susah sehari-hari…hehe…
Nah, akhirnya dengan kondisi yang “kepepet” itulah saya mencoba membuat pestisida organik sendiri. Bahan-bahan untuk membuat pestisida ini kami cari dari bahan-bahan yang murah dan mudah kami temui di lingkungan desa kami. Bahan-bahan tersebut adalah :
1. kulit jengkol
2. umbi gadung
3. akar tuba, kalau di desa kami namanya akar jenu
4. daun pepaya
5. daun sengon
6. umbi temu ireng
7. daun mindri (nama tanaman di desa kami), atau “mindi” ?
Langkah pembuatan :
1. semua bahan-bahan diatas masing-masing berjumlah 1-2 kg kemudian ditumbuk satu demi satu dan kemudian dicampur.
2. setelah ditumbuk hingga agak halus, kemudian dicampur dengan air bersih kira-kira 5 liter. Ada juga yang menyarankan agar campuran ini kemudian ditambahi 1 sdm rinso/sabun detergen lain (tapi saya tidak melakukan hal ini).
3. campuran diatas kemudian diperam dalam sebuah wadah tertutup kira-kira 2-3 hari sehingga proses fermentasi berlangsung sempurna.
4. setelah 2-3 hari, jadilah biang obat. Kemudian peras dan saring. Biang obat sudah jadi.
5. untuk aplikasi : campurkan 1 liter biang obat kedalam 4-5 liter air bersih, kemudian semprotkan ke tanaman yang terkena hama
Pengalaman saya, pestisida organik ini efektif untuk mengusir belalang, semut, ulat dan serangga-serangga kecil lain. Untuk aplikasi yang efektif, penyemprotan bisa dilakukan 3 hari sekali. Pada musim hujan, sewaktu mencampur obat bisa ditambahkan sedikit perekat. Oya, pestisida organik ini menurut saya juga sekaligus sebagai pupuk organik cair.
Mari majukan pertanian organik !!! Silakan bagi rekan dan teman yang ingin menambahi. Kita sharing ilmu yang bermanfaat
Antisipasi virus (puret) pada tanaman melon
1. Bercocok tanam di awal bulan april atau bulan mei istirahat di bulan oktober.
2.antisipasi kitu kutuan dengan memakai pestisida sesuai keperluan.
3.harus siap terhadap serangan apa yang bakal di hadapi musim tanam ke depan.
Dari banyak faktor, kami kira poin nomor tiga yang cenderung lebih mencerdaskan petani. Dengan siap setangan berarti kita sudah siap antisipasinya.
Membahas menganai antisipasi itu sih biasa,tapi untuk menangani atau mengatasi yang terlanjur puret itu baru luar biasa betul nggak ????????????
Puret atau keriting, taman cenderung tidak memerlukan makanan berupa NPK, ibarat orang sakit jangan suguhkan masakan enak,akan tetapi yang di butuhkan kasih sayang,perhatian dan keperluan serta support atau dorongan untuk sembuh.lho terus piye mensupport tanaman...manurut pengalaman kami mengatasi "PURET" berarti tanaman tersebut nutrinya tak seimbang .,berarti kita harus menghentikan pemupukan macro siapa tahu pupuk yang kita gunakan justru meracuni tamanan dan juga merusak akar tanaman kemudian tidak mampu menyerap nutrisi berupa mpupuk micro ,.........tak update lain kali lowbat
Fungsi Kalium Bagi Tanaman
Sebelum tahun 70-an pemupukan K tidak dimasukkan dalam paket program BIMAS maupun INMAS. Penggunaan pupuk K baru dimulai dengan adanya program INSUS dan SUPRA INSUS yang dimulai pada tahun 1977. Mengingat dinamika keseimbangan K dalam tanah yang cepat dan sumbangan K dalam air irigasi yang cukup tinggi (sekitar 2,24 –2,59 me/100g) maka dosis pemupukan K mungkin akan berbeda untuk setiap lokasi. Hasil penelitian di lahan sawah irigasi menunjukkan bahwa respon tanaman padi terhadap pemupukan K bervariasi, walaupun demikian respon terhadap pemupukan K pada umumnya hanya dijumpai pada tanah dengan kandungan K rendah (<0,1 me/100g).
Baca juga :
Fungsi nitrogen untuk tanaman
Fungsi phospat untuk tanaman
Pada tanah berpasir dengan KTK rendah dan cadangan K rendah, tanah masam yang telah terdegradasi lanjut, tanah sawah dengan jenis mineral liat 2:1 (montmorilonit), tanah dengan rasio (Ca+Mg)/K dalam larutan tinggi, dan tanah sawah yang drainasenya buruk sering kali kekurangan K (De Datta, 1981; Dobermann dan Fairhurst, 2000).
Kekurangan kalium menyebabkan: (1) pinggir daun berwarna kuning kecoklatan disertai bercak warna jingga terutama pada daun tua, tanaman tumbuh kerdil dan daun-daun terkulai, (2) sering terjadi rebah karena N/K rasio tinggi, penuaan daun lebih cepat (leaf senescence), (3) kehampaan gabah tinggi dan pengisian gabah tidak sempurna (banyak butir hijau), (4) pertumbuhan akar tidak sehat (banyak akar yang busuk karena kehilangan daya oksidasi, sehingga serapan hara terganggu), dan (5) tanaman mudah terserang penyakit seperti blas, busuk batang, dan bercak daun; terlebih bila dipupuk N berlebihan.
===============================^==================================
Peranan Unsur Kalium (K) Pada Tanaman
Kalium merupakan unsur hara esensial yang digunakan hampir pada semua proses untuk menunjang hidup tanaman. Petani sering menyebut bahwa kalium adalah unsur hara mutu, karena berpengaruh pada ukuran,rasa,bentuk,warna dan daya simpan.Kalium (K) merupakan unsur hara utama ketiga setelah N dan P. Kalium mempunyai valensi satu dan diserap dalam bentuk ion K+. Kalium tergolong unsur yang mobil dalam tanaman baik dalam sel, dalam jaringan tanaman, maupun dalam xylem dan floem. Kalium banyak terdapat dalam sitoplasma.
Tanaman menyerap kalium dalam bentuk ion K+. Kalium di dalam tanah ada dalam berbagai bentuk, yang potensi penyerapannya untuk setiap tanaman berbeda-beda. Ion-ion K+ di dalam air tanah dan ion-ion K+ yang di adsorpsi, dapat langsung diserap. Di samping itu tanah mengandung juga persediaan mineral tertentu dalm bentuk berbagai macam silikat, dimana kalium membebaskan diri sebagai akibat dari pengaruh iklim. Persediaan mineral dalam bentuk kalium ini terutama penting bagi tanah liat dari laut yang masih muda. Bertambah banyak persediaan ini di dalam tanah, maka akan lebih banyak pula kalium di bebaskan sebagai akibat dari pengaruh iklim yang diserap oleh tanaman.
Secara umum fungsi Kalium bagi tanaman, antara lain :
Membentuk dan mengangkut karbohidrat,
Sebagai katalisator dalam pembentukan protein
Mengatur kegiatan berbagai unsur mineral
Menetralkan reaksi dalam sel terutama dari asam organik
Menaikan pertumbuhan jaringan meristem
Mengatur pergerakan stomataMemperkuat tegaknya batang sehingga tanaman tidak mudah roboh
Mengaktifkan enzim baik langsung maupun tidak langsung
Meningkatkan kadar karbohidrat dan gula dalam buah
Membuat biji tanaman menjadi lebih berisi dan padat
Meningkatkan kualitas buah karena bentuk, kadar, dan warna yang lebih baik
Membuat tanaman menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit
Membantu perkembangan akar tanaman.
Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.
a. Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati
b. Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil
c. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
d. Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur
e. Tanaman rentan terhadap penyakit
f. Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah
Di alam bebas kalium paling banyak ditemukan dalam kalium klorida (KCl). Berbagai tempat di dunia terdapat banyak tumpukkan dari garam yang letaknya berbeda-beda, lapisan kalium itu adalah bagian endapan-endapan garam yang telah berlangsung selama miliunan tahun yang lalu. Berhubungan garam kalium biasanya terletak di tempat yang sangat dalam sekali. Pertambangan ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, dengan mengelilinginya lebih dulu dalam bentuk yang agak kasar dinamakan garam kasar kalium. Garam ini mengandung sejumlah presentase kotoran yang sangat tinggi (60-80%), karena ongkos angkutnya mahal, maka dewasa ini sebagian besar dari kotoran itu dibersihkan dari produk yang sudah dibersihkan, hamper semuanya terdiri dari KCl, dengan kadar rata-rata 60% K2O. Beberapa macam tanaman tidak tahan terhadap ion Cl- maka sebagian dari KCl secara kimiawi ditransformasikan ke dalam kalium sulfat (K2SO4). Hasilnya adalah pupuk patentkali dan kalium sulfat.
Jadilah petani cerdas
1. Membeli Obat (Pestisida) Bukan Karena MERK, Tapi Fungsi dan Kandungan Bahan Aktif.
Ratusan merk dagang obat (Pestisida) yang beredar di Indonesia. Kita akan bingung memilih jika hanya mengacu pada merk. Biasanya yang membedakan merk obat dengan obat yang lain hanya ZAT PEMBAWA. Apapun merknya, jika kandungan BAHAN AKTIF sama, pasti memiliki fungsi dan sifat yang sama. Semisal bahan aktiv MANKOZEB, berarti fungisida KONTAK untuk mengendalikan jamur secara langsung ketika adanya serangan jamur/fungi pada tanaman. Difenoconazol dan Tebuconazol, berarti fungisida SISTEMIK untuk mengendalikan jamur dengan cara diserap jaringan tanaman dan mencegah tanaman terlebih dahulu sebelum terserang oleh jamur . ABAMECTIN adalah INSEKTISIDA kontak kuat untuk mengendalikan hama TRIP, LIRIOMYZA (Grandong) dan lain sebagainya.
2. Mengenal Sifat Daya Kerja Obat
Berdasarkan cara kerjanya, obat atau pestisida dikelompokan antara lain RACUN KONTAK, RACUN SISTEMIK, RACUN TRANSLAMINAR dan lain sebagainya. Akan tetapi yang sering kita temui racun kontak dan racun sistemik. Jika obat tersebut racun kontak, maka prinsip kerjanya melindungi dari permukaan atau hama akan mati jika kena obat tersebut (Biasanya dalam cuaca normal memiliki daya kerja 4 hari). Sedangkan racun sistemik masuk kedalam jaringan lewat kutikula maupun stomata (Biasanya dalam cuaca normal memiliki daya kerja 7-10 hari).
3. Menerapkan 5 Kaidah PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yaitu;
Tepat sasaran
Tepat dalam "mendiaknosa" penyakit yang menyerang semisal Bercak Daun apa Busuk Daun.
Tepat jenis
Jika kita yakin penyakit yang menyerang busuk daun, maka racun kontak yang digunakan berbahan aktiv klorotalonil atau propineb dan racun sistemiknya berbahan aktif tebuconazol
Tepat waktu
Waktu penyemprotan:
-Pagi: jam 6-10 atau -Sore: Jam 3-6
Racun kontak dapat juga semprotkan pada malam hari, sedangkan racun sistemik TIDAK DAPAT disemprotkan pada malam hari (stomata dan kutikula akan menutup pada saat malam hari jadi tidak efektif untuk meresap obat yang bersifat sistemik). Hal ini bertujuan agar afikasi kerja obat dabat berfungsi secara maksimal
Tepat dosis
Ikuti petunjuk dan aturan dosis. Biasanya dosis umum yang sering digunakan adalah 1 ml per 1 liter air. Atau 15-17 ml per tangki semprot 17 liter.
Tepat cara penggunaan
Obat yang bersifat alkalis tidak dapat dicampur dengan obat yang lain dalam penyemprotan. Jangan menyemprot berlawanan arah angin, karena dengan angin yang berlawanan, semprotan yang dihasilkan oleh sprayer bisa mengenai tubuh petani yang menyemprot. Saat kita bertujuan mengendalikan penyakit karena fungi, sementara HENTIKAN penggunaan pupuk yang mengandung NITROGEN tinggi atau bahan yang mengandung protein tinggi (C, H, O, N).
MOGA TANSAH ELING
Waktu Shalat dengan Tubuh Manusia
Jadi warna biru muda atau waktu Shubuh mempunyai rahasia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Shubuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini dikarenakan tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang seharusnya berlalu dalam keadaan roh dan jasad yang bersatu (kebersamaan ruang dan waktu) - dalam arti kata lain jaga/bangun daripada tidur. Disini juga dapat kita artikan akan rahasia diperintahkan shalat di awal waktu.
Bermulanya dari azan Shubuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Shubuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.
Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq dan dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zuhur. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.
Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oranye, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkum sistem reproduksi. Rahasia warna oranye ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal shalat Ashar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Ashar ini jasad dan roh seseorang terpisah. Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Ashar ini sangat diperlukan oleh organ-organ reproduksi kita.
Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini sangat bertenaga karena mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sangat disarankan berhenti pada waktu ini (shalat Maghrib dulu lah) karena banyak interferens (gangguan) yang berlaku pada waktu ini yang bisa mengelirukan mata kita. Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.
Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fase Kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem otak. Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini disebut tidur delta dimana seluruh sistem tubuh istirahat bekerja.
Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ia bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh seharusnya bangun kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiyamullail.
Begitulah secara ringkas keterkaitan waktu shalat dengan tubuh manusia. Manusia kini memang telah menyadari akan pentingnya tenaga alam ini dan inilah faktor penyebab munculnya bermacam-macam meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya diciptakan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.
Dan kita sebagai umat Islam seharusnya bersyukur karena telah dikaruniai syariat shalat oleh Allah SWT. tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini lewat berbagai macam teknik yang mulai tumbuh tadi. Hakikat ini seharusnya menyadarkan kita bahwa Allah SWT. mewajibkan shalat atas hambanya karena sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta, karena Dia Maha Tahu hamba-Nya ini sangat memerlukannya.
Sungguh sangat malang sekali manusia yang lalai dalam menjaga shalatnya, karena semua yang terdapat di alam ini adalah manfaatnya untuk segala makhluk2-Nya.
Sumberb: http://dokunimus.blogspot.com/








